Dua Proyek Prima Propertindo Group di Bali Terjual 95%

NERACA

Jakarta - Meskipun kondisi perekonomian Indonesia sedang dalam gejolak terkait dengan kondisi suku bunga bank yang relatif tinggi, namun tidak menyurutkan niat masyarakat untuk investasi di sektor properti. Hal itu terlihat dari penjualan dua proyek baru yang diluncurkan Prima Propertindo Group yang terjual habis.

Direktur Marketing Prima Propertindo Group, Ronny Tandanu mengatakan, walaupun belum di launcing dua proyek di Bali yakni Agranusa Signature Villa (Villa – Hotel atau Villatel) dan The Nest Hotel (Kondominium – Hotel atau Kondotel) terjual mencapai 95%,“Walaupun terjadi perlambatan ekonomi, masyarakat menengah atas di Indonesia masih percaya bahwa properti adalah instrumen investasi yang paling aman, ”ungkapnya dalam siaran persnya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dirinya menyakini, properti merupakan instrumen investasi yang paling aman daripada emas, dollar, atau saham. Selain itu, tingginya penjualan dua proyek baru Prima Propertindo Group di Bali, juga karena masyarakat yakin prospek investasi properti di Bali sangat baik. “Pulau Dewata masih menyimpan pesona yang dapat menarik kunjungan turis domestik maupun mancanegara. Pada gilirannya kebutuhan akan penginapan pun tak pernah surut. Jadi, investasi di Bali akan tetap menguntungkan kendati sekarang pertumbuhan perhotelan mengalami lonjakan. Sebab pangsa pasarnya sangat luas. Jumlah 2,8 juta turis yang menyambangi Bali pada 2012 merupakan salah satu indikasi bisnis kondotel dan villatel masih prospektif di Bali,” ujar Ronny.

Prima Propertindo Group sebelumnya membangun komplek ruko komersial di wilayah Pluit, Jakarta Utara dan di Nusa Dua, Bali. Untuk membangun Agranusa Signature Villa dan The Nest Hotel, Prima Propertindo Group menggelontorkan investasi sebesar Rp130 miliar. “Target pasar Agranusa Signature Villa dan The Nest Hotel adalah para investor dari kalangan menengah ke atas yang mencari investasi yang tepat, aman dan berimbang. Investor bisa mendapatkan nilai investasi yang cukup baik melalui yield dan capital gain,” jelas Ronny.

Dia mengatakan, investor akan mendapatkan Return on Investment (ROI) fixed 8.5% untuk 5 tahun pertama operasional sehingga menjadi total 42.5%. Sedangkan mulai dari tahun ke 6 memakai sistem revenue sharing, dimana investor mendapatkan 42.5% dari total revenue. Kedua proyek ini akan dikelola oleh Prasanthi Hotels & Resorts. Agranusa Signature Villa dan The Nest Hotel akan beroperasi di standar hotel bintang 4.

Selain fixed ROI, investor juga akan mendapatkan 21 poin free stay per tahun dan juga mendapatkan hadiah langsung. Investor juga mendapatkan buyback guarantee di tahun ke 6 sebesar 100% atau di tahun ke 11 sebesar 150%.

The Nest Hotel berada di Jalan Pratama No 99X, Benoa, Nusa Dua, Bali, berdekatan dengan gerbang BTDC (Bali Tourism Development Corporation). Dipasarkan dalam 3 tipe yakni deluxe, suite dan presidential suite dengan harga mulai dari harga Rp1,3 miliar. Sementara Agranusa Signature Villa yang lokasinya di Jalan Dharmawangsa No. 88 Kampial, Nusa Dua, Bali, bersebelahan dengan komplek Pudja Mandala (Bukit Doa) tersedia dalam 2 tipe yakni 2 bedroom dan 3 bedroom yang dipasarkan dengan harga mulai Rp3,4 miliar. “Kami optimis dengan banyaknya kelebihan yang dimiliki Agranusa Signature Villa dan The Nest Hotel, seluruh unit akan habis terjual akhir tahun ini,” kata Ronny.

BERITA TERKAIT

Kawana Golf Residence Pecahkan Rekor - Apartemen Premium Ludes Terjual

NERACA Cikarang – Bak kacang goreng, proyek apartemen Kawana Golf Residence besutan Jababeka Residence bekerjasama Creed Group perusahaan developer dari…

Walikota Pontianak, Sutarmidji Torehkan Dua Penghargaan

NERACA Jakarta - Sejak menjabat sebagai Wali Kota Pontianak selama dua periode, Sutarmidji atau biasa disapa Bang Midji telah berhasil…

Humpuss Bidik Pendapatan Tumbuh 15% - Bergantung Pada Proyek Pemerintah

NERACA Jakarta – Masih menjanjikannya bisnis jasa angkutan laut tahun depan, seiring dengan membaiknya harga minyak dunia mendorong PT Humpuss…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Industri Kecil dan Menengah - Pemerintah Pacu Daya Saing IKM Lewat Platform Digital E-Smart

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian semakin gencar memacu pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) nasional agar memanfaatkan platform digital e-Smart…

Akuakultur - KKP Realisasikan Asuransi Untuk Pembudidaya Ikan Kecil

NERACA Jakarta- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merealisasikan program Asuransi Perikanan bagi pembudidaya ikan kecil. Program tersebut merupakan kerjasama antara…

Proyeksi Kebutuhan Gula Industri 3,6 Juta Ton di 2018

NERACA Jakarta - Direktur Jenderal Agro Kementerian Perindustrian, Panggah Susanto memperkirakan konsumsi gula mentah untuk kebutuhan industri mencapai 3,6 juta…