Investor Lokal Memiliki Peran Penting

Menahan Gejolak Krisis Ekonomi

Senin, 16/09/2013

NERACA

Jakarta – Terus berfluktuatisinya pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang dipicu sentimen negatif pelemahan rupiah dan arus besar dana asing yang keluar, maka peran keberadaan investor dalam negeri menjadi penting.

Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Friderica Widyasari Dewi mengatakan, jumlah investor dalam negeri menjadi penting agar dapat menahan gejolak krisis ekonomi, “Gejolak pasar saham yang sempat terjadi masalahnya hanya satu, yakni jumlah investor. Kalau investor domestik lebih banyak dibandingkan asing maka volatilitas di pasar saham tidak akan seperti beberapa hari lalu,”ungkapnya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Menurut dia, dengan investor domestik yang besar maka pasar saham di dalam negeri akan lebih kuat sehingga indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak stabil. Dirinya menyakini, industri pasar modal dalam negeri mampu menyaingi dengan bursa saham Hong Kong yang nilai transaksi saham hariannya rata-rata mencapai Rp80 triliun, “Saat ini, rata-rata transaksi harian saham di bursa baru sekitar Rp4-Rp5 triliun,”ujarnya.

Lanjutnya, BEI bisa menjadi bursa saham yang berkualitas dan dapat dipercaya oleh investor baik dalam negeri maupun asing. Kedepan, tentunya peluang bursa saham dalam negeri bisa seperti bursa saham Hong Kong terbuka lebar. Keoptimisan tersebut didasari dari semakin banyaknya investor domestik yang mulai masuk ke pasar modal. Hal ini seiring gencarnya sosialisasi yang dilakukan pihaknya bersama dengan reegulator ke masyarakat.

Friderica juga mengatakan, forum Certified Securities Analyst (CSA) diharapkan dapat mendorong pertumbuhan jumlah investor khususnya ritel, sehingga dapat meramaikan indutri Pasar Modal di Tanah Air.

Dia menambahkan melalui CSA itu juga diharapkan dapat melahirkan analis-analis yang memiliki standar pasar modal Indonesia sehingga investor saham di dalam negeri terutama ritel dapat lebih mudah mendapatkan informasi pasar keuangan, “Investor sangat butuh informasi dari analis-analis, apalagi yang memiliki lisensi,”tandasnya.

Sementara Ketua Asosiasi Analis Efek Indonesia (ASEI), Haryajid Ramelan menambahkan, CSA merupakan program pendidikan sertifikasi profesi bagi praktisi analis efek berkualitas, komprehensif, berbobot dan bergengsi baik dari segi materi kurikulum, studi kasus serta kualifikasi tenaga pengajar.

Menurut dia, industri keuangan dan pasar modal yang memiliki nilai transaksi besar membutuhkan informasi serta analisa yang berkualitas dan bermutu. Kehadiran analis efek mempunyai peran penting dalam memberikan konstribusi kualitas analisa yang bagus sebagai dasar permbuatan keputusan berinvestasi."Dengan analisa investasi yang bagus, maka investor diharapkan lebih tertarik melakukan investasi di pasar modal sehingga likuiditas pasar modal dan keuangan akan bagus," ujar dia.

Haryajid juga mengatakan bahwa CSA juga dapat menghasilkan analis efek yang berpegang pada kode etik dengan integrasi tinggi, berpengetahuan teori dan praktek analisa efek dan investasi yang komprehensif. (bani)