BEI Nilai Bakrie Tidak Punya Itikad Baik

Digugat Pailit Bank Of New York

Jumat, 13/09/2013

NERACA

Jakarta – Pasca dilayangkannya gugatan pailit PT Bakrie Development Land Tbk (ELTY) oleh Bank of New York, Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku masih belum menerima itikad baik dari PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) untuk melaporkan kondisi terkininya setelah BEI mengentikan sementara perdagangan (suspensi) atas saham perseroan, “Kami masih belum menerima laporan terkini di saat Bakrieland mengalami suspend," kata Direktur Utama BEI Ito Warsito di Jakarta, Kamis (12/9.

Diakui Ito, pihak BEI masih menanti keterangan dari ELTY terkait status gagal bayar utang perseroan yang dikhawatirkan dapat merugikan investor pasar modal, sehingga BEI memutuskan suspesi tersebut."Kami masih menunggu sampai mereka memberikan informasi yang jelas mengenai kondisi yang dialaminya sekarang,”ujarnya.

Sebagai informasi, PT Bakrie Development Land Tbk (ELTY) digugat pailit lantaran penundaan kewajiban pembayaran utang senilai US$155 juta oleh Bank of New York cabang London selaku trustee pemegang obligasi dari anak usaha PT Bakrie Development Land Tbk (ELTY) yaitu BLD Investment Pte Ltd melalui pengadilan niaga di Jakarta.

Kata Sekretaris Perusahaan ELTY, Kurniawati Budiman, perjanjian trust adalah dasar penerbitan obligasi Equity Linked Bonds senilai US$155 dengan suku bunga 8,625% per tahun dan akan jatuh tempo pada tanggal 23 Maret 2015. Menurut dia, permohonan pailit yang diajukan ini sehubungan dengan kewajiban jatuh tempo yang dipercepat terhadap pemegang obligasi yang ingin agar obligasi yang dipegangnya mendapat pembayaran lebih awal.

Analis Universal Broker, Satrio Utomo pernah bilang, gugatan pailit yang dilayangkan Bank Of New York lantaran penundaan kewajiban pembayaran utang senilai US$155 juta adalah dampak dari pembelian kembali Bumi Resources yang diupayakan Bakrie belum lama ini. Selain itu, juga mengindikasikan pengelolaan manajemen yang kurang baik dari perusahaan. “Upaya keluarga Bakrie untuk membeli Bumi Resources efeknya kemana-mana. Namun, ini lebih condong karena telah dikelola dengan buruk.”katanya.

Menurutnya, tidak heran banyak pelaku pasar masih meragukan kinerja emiten grup Bakrie. Pasalnya, kondisi ini akan memberikan dampak buruk terhadap para investor pasar modal. Seharusnya, kata dia, pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bisa lebih serius dalam menyikapi perusahaan terbuka seperti itu sehingga tidak menjadi preseden buruk bagi emiten lainnya. “Sebenarnya permasalahan sudah terlalu dalam. OJK harus melakukan hal yang dianggap paling baik.” tandasnya.

Gugatan pailit yang ditujukan pada PT Bakrie Development Tbk membuat pergerakan saham perseroan di pasar modal dihentikan sementara atau disuspensi pada sesi pertama perdagangan, Selasa, sampai pengumuman lebih lanjut.

Pelaksana Harian Kadiv Perdagangan Saham BEI Rina Hadriyani menyebutkan, suspensi itu berkaitan dengan permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) terhadap perseroan. Suspensi dilakukan untuk menghindari perdagangan yang tidak wajar atas saham ELTY. (bani)