Investasi Green Living Untuk Kehidupan Lebih Baik - Saatnya Merubah Gaya Hidup

NERACA

Jakarta – Rumahku Istanaku adalah pameo yang cukup terkenal mengenai fungsi rumah tidak hanya sekedar tempat tinggal yang dapat melindungi dari terik panasnya matahari dan hujan maupun dinginnya malam. Lebih dari itu, fungsi sebuah rumah atau tempat tinggal yang paling penting dan paling mendasar adalah privasi, kenyamanan dan ketenangan hati bagi yang menempatinya. Selain itu, rumah selain memberikan kenyamanan dan keamanan juga sekaligus menggambarkan karakter dan kepribadian penghuninya.

Oleh karena itu, penataan ruang, elemen pembentuk ruang serta pemilihan tanaman mengacu pada keinginan atau gaya hidup karakter pemiliknya. Memiliki sebuah tempat tinggal yang dirancang secara berkesinambungan antara manusia, arsitektur dan alam sekelilingnya, merupakan idaman bagi keluarga. Terlebih saat ini, seiring dengan menggemanya wacana pemanasan global, hunian berkonsep ‘green’ menjadi salah satu tren dan lifestyle tersendiri. Konsep hunian ramah lingkungan (eco friendly atau go green) diimplementasikan melalui beberapa pendekatan, seperti efisiensi pemakaian energi dan air, perlindungan lingkungan, sirkulasi udara dalam rumah yang lancar, serta beberapa inovasi lainnya.

Konsep ramah lingkungan tidak sekedar menanam hijau-hijauan, tetapi juga mengusung konsep hemat energi. Penghematan energi dicapai melalui pemanfaatan cahaya matahari secara optimal, melalui pendekatan yang integral dalam desain arsitektur, sistem alami dan teknologi modern. Pemanfaatan cahaya matahari secara optimal dapat dilakukan dengan cara membuat bukaan dalam jumlah yang cukup dan berukuran besar. Cahaya matahari yang cukup sepanjang hari diharapkan dapat meminimalkan dan bahkan meniadakan pemakaian lampu pada siang hari. Sementara itu, Bukaan yang lebar membuat aliran udara di dalam rumah menjadi lebih lancar. Hal ini dapat mengurangi pemakaian alat pendingin udara, seperti AC.

Perlu diakui, pembangunan properti dengan konsep eco property akan memberikan imbas lebih panjang berupa efisiensi kendatipun biaya diawal lebih mahal. Alasannya, biaya perawatan jangka panjang akan jauh lebih rendah dibandingkan dengan biaya perawatan proyek konvensional, sehingga pada akhirnya menguntungkan bagi penghuninya. Manfaat lain selain ekonomi untuk jangka panjang adalah terwujudnya kehidupan masyarakat yang sehat dan berkualitas.

Pengamat properti hijau Nirwono Joga mengatakan, green property sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan. Tak ayal, saat ini banyak pengembang ramai-ramai mengembangkan hunian ramah lingkungan dengan konsep green property. Apalagi ruang terbuka hijau di baru 9,8% dibandingkan dengan negara lain.

Sementara menurut pemilik Ossiatzki Design, konsep smart living yang selama ini tengah digandrungi masyarakat, intinya merupakan konsep tempat tinggal yang tak hanya berpusat pada estetika, namun juga kondisi sang pemilik dan lingkungan sekitarnya, “Hunian ramah lingkungan tidak hanya sekedar hijau belaka, tetapi memanfaatkan alam terbuka dan efisiensi energi,”ujarnya.

Dia menuturkan, beberapa aspek yang patut perhatikan jika ingin memiliki hunian berkonsep smart living diantaranya, kenyamanan sebuah tempat tinggal, sehat dalam konsep hunian smart living terbagi dalam beberapa hal. Arsitektur dan bentuk bangunan misalnya. Hunian yang sehat harus memiliki sistem ventilasi yang baik di mana aliran udara dapat dengan mudah keluar masuk rumah.

Efisiensi Energi

Berikutnya aspek efisien yang merupakan hal patut diperhatikan dalam membangun rumah dengan konsep smart living. Efisien berarti semua ruangan memiliki fungsi masing-masing dan tidak ada satu pun sudut rumah yang tidak terpakai atau dibiarkan kosong.

Hunian yang ramah lingkungan, saat ini sudah menjadi kebutuhan dan bukan lagi sekedar tren. Merespon kebutuhan masyarakat akan hunian yang ramah lingkungan, LIXIL Corporation sebagai perusahaan global asal Jepang yang memproduksi dan menyediakan berbagai bahan yang digunakan dalam pembangunan gedung, kelengkapan rumah dan produksi sanite mendukung pertumbuhan properti yang ramah lingkungan.

Perseroan menilai, potensi pasar di Indonesia sangat menjanjikan, baik dalam jangka pendek, menengah maupun panjang. “Tingkat pertumbuhan sektor properti dan konstruksi dalam beberapa tahun terakhir yang terus meningkat menunjukkan bahwa solusi yang kami tawarkan dengan berbagai keunggulan, khususnya dalam hal desain, kualitas, teknologi ramah lingkungan dan didukung dengan layanan purna jual akan mendapatkan tempat di hati masyarakat Indonesia, “kata Presiden Direktur PT American Standard Indonesia-LIXIL Corporation, Iwan Dwi Irwanto.

Menurutnya, melalui produk ramah lingkungan merupakan suatu konsep gaya hidup ramah lingkungan diyakini akan membentuk cara pandang dasar dalam pembangunan proyek pada masa mendatang. Melalui produk saniter ternama American Standard tidak hanya berbicara bisnis semata tetapi ingin mengajak konsumen merubah gaya hidup yang ramah lingkungan. Pasalnya, membangun sebuah gedung, perkantoran atau rumah tinggal tak sekedar mendirikan fisik bangunan yang kuat. Tetapi juga harus memperhitungkan persoalan desain dan kualitas terutama terkait dengan perlengkapan alat saniter.

Hal senada juga disampaikan Direktur Pemasaran LIXIL Corp, Arfindi Batubara, kehadiran produk LIXIL tidak hanya mengikuti tren ramah lingkungan serta memenuhi kebutuhan konsumen, tetapi juga misi mengajak masyarakat mengubah gaya hidupnya lebih ramah lingkungan. Terutama soal kecerdasan memilih produk saniter yang hemat dalam pemakaian air, “Kita tidak hanya ingin dikenal dengan produk ramah lingkungan tetapi juga smart sehingga dapat menghemat penggunaan air,”ujarnya.

Dia menjelaskan, LIXIL Corporation di Indonesia, hadir melalui PT American Standard Indonesia mewujudkan gaya hidup yang ramah lingkungan melalui dua pendekatan, yaitu penerapan teknologi untuk menciptakan produk yang ramah lingkungan dan pemilihan desain yang cantik. LIXIL percaya bahwa konsep tersebut akan membentuk cara pandang dasar dalam pembangunan proyek di masa depan.

Disebutkan, LIXIL telah berhasil menggabungkan teknologi efisien pemanfaatan air dengan estetika tinggi. Dimana dari produk saniternya mampu mengklaim menghemat air 3 sampai 4,5 liter air toilet. Disamping itu juga menghemat satu liter urinal dengan penggunaan material daur ulang sesuai kepedulian lingkungan.

Sebagai informasi, produk American Standard yang telah diakuisisi LIXIL Corporation sudah dipergunakan di 110 negara salah satunya hotel terkenal di Dubai, serta di Indonesia dipergunakan sejumlah bangunan terkenal. Saat ini, LIXIL menjadi pemasok terbesar dari bahan konstruksi dan perlengkapan bangunan di Jepang. Sebanyak 95% lini produk LIXIL dari produk saniter. Sementara sisanya, produk decorative tiles dan dapur.

Related posts