OJK Himbau Investor Tetap Waspadai - Kasus Investasi Bodong GBI

NERACA

Bandung - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad menegaskan, kasus dugaan penipuan investasi emas atau investasi bodong yang dilakoni PT Gold Bullion Indonesia (GBI) saat ini sudah ditangani oleh Satgas Waspada Investasi, “Kasus GBI sudah ditangani Satgas Waspada Investasi. Prosesnya sudah berlanjut disitu akan dilihat siapa yang mengeluarkan izin, karena yang memberi izin harus mengikuti dan memantau,”ujarnya di Bandung, Rabu (11/9).

Menurutnya, menjadi tugas Satgas Waspada Investasi untuk mendalaminya untuk ikut bertanggung jawab atas kerugian nasabah dari kasus GBI,”Pokoknya masih dalam penanganan tim di mana OJK ada di dalamnya. Penanganan yang dilakukan pasti tuntas. Kita tunggu saja kelanjutannya,\" kata dia.

Selain itu, Muliaman Hadad juga menuturkan, diharapkan masyarakat untuk berhati-hati dalam menentukan lembaga investasi yang dipilih dan harus jelas prospek dan izinnya. Oleh karena itu OJK terus melakukan sosialisasi terhadap konsumen lembaga keuangan, salah satunya untuk terhindar dari kasus investasi yang ujungnya merugikan bagi nasabahnya.

Sebelumnya, Deputi Komisioner I Bidang Pengawas Pasar Modal OJK Robinson Simbolon mengatakan, Satgas Waspada Investasi sudah menyatakan bahwa kasus GBI dilimpahkan ke BKPM karena perizinannya masuk dalam kategori izin Penanaman Modal Asing (PMA) bukan perusahaan pengelolaan investasi.

Robinson menambahkan, menurut informasi pihak BKPM saat ini kasus GBI sudah masuk ke tahap Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di Pengadilan Niaga karena BKPM sudah mencabut izin usaha GBI.

Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum Di Bidang Pengelolaan Investasi dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Ketua Bapepam-LK Nomor:Kep-208/BL/2007 yang ditetapkan pada tanggal 20 Juni 2007, yang terakhir diperpanjang dengan Surat Keputusan Ketua Bapepam-LK Nomor:Kep-124/BL/2012 yang ditetapkan pada tanggal 19 Maret 2012.

Satuan Tugas (Satgas) ini merupakan hasil kerjasama beberapa instansi terkait, seperti OJK, Bank Indonesia (BI), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappepti), Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (DJPDN), Departemen Perdagangan, Bareskrim POLRI, Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK), Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Kementerian Negara Koperasi dan UKM, Kementerian Negara Komunikasi dan Informatika dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). (ant/bani)

BERITA TERKAIT

Denpasar Kota Kelima Investor Summit 2018

NERACA Denpasar – Melanjutkan kesuksesan acara investor summit di beberapa kota sebelumnya, kali ini kota Denpasar menjadi kota kelima penyelenggara…

Akseleran Bidik Ribuan Investor di Bandung

      NERACA   Bandung - PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran), perusahaan Peer to Peer Lending (P2P Lending)…

Untuk Kepentingan Rakyat atau Menghitung Investasi?

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati mengatakan, mahalnya mahar politik menjadi anggota legislatif…

BERITA LAINNYA DI BERITA FOTO

KABEL OPTIK LAUT JAKARTA-SURABAYA

Pekerja memeriksa gulungan kabel optik sebelum ditanam di bawah laut saat peresmian Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Jakarta-Surabaya (Jayabaya) di…

JELANG JACOWEEK 2018

kiri ke kanan. GM ABCD School of Coffee Willyanto, Counsellor Public Diplomacy Kedubes Australian Jakarta Nicholas Kittel, SVP Consumer Deposits…

THE BEST ISLAMIC FINANCE COMMERCIAL BANK

Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo (kiri) menerima penghargaan dari CEO Alpha Southeast Asia Singapura, Shiddiq Bazarwala sebagai The…