Menguat Tajam, Kini Indeks Bergerak Konsolidasi

Kamis, 12/09/2013

NERACA

Jakarta –Penguatan indeks BEI Rabu yang terjadi sejak awal perdagangan hingga sesi pertama, rupanya tidak berlanjut hingga akhir perdagangan lantaran derasnya aksi jual pelaku pasar membuat indeks Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali ditutup melemah. Meski demikian, dana asing yang kemarin-kemarin hengkang kini sudah mulai masuk lagi ke lantai bursa.

Mengakhiri perdagangan, Rabu (11/9/2013), IHSG ditutup turun 8,724 poin (0,20%) ke level 4.349,419. Sementara Indeks LQ45 melemah 2,871 poin (0,39%) ke level 736,190, “IHSG BEI ditutup melemah menyusul aksi ambil untung yang dilakukan pemodal setelah dalam beberapa hari sebelumnya mengalami kenaikan sekitar 7,4%," kata analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono di Jakarta, Rabu (11/9)

Meski demikian, dia menilai aksi ambil untung masih dalam batas kewajaran. Investor asing juga tercatat masih melakukan aksi beli (bersih) yang cukup besar ditengah melemahnya indeks BEI. Berikutnya, indeks harga saham gabungan (IHSG) Kamis diproyeksikan akan bergerak konsolidasi dengan kisaran 4.309--4.400 poin.

Sementara analis HD Capital, Yuganur Wijanarko menambahkan, IHSG BEI mengalami tekanan setelah pelaku pasar mengambil posisi ambil untung (profit taking)."Pelaku pasar disarankan untuk menjaga posisi indeks BEI di level psikologis 4.300 poin, secara teknikal bila kembali terjadi tenan maka IHSG dapat terkoreksi di kisaran 4.210 poin,”ungkapnya.

Pada perdagangan kemarin, saham-saham berbasis komoditas masih jadi incaran aksi beli. Pasalnya kemarin baru saja jatuh cukup dalam. Investor asing kembali tempatkan dana di pasar modal dan transaksinya tercatat beli bersih (foreign net buy) senilai Rp 606,71 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 222.242 kali pada volume 6,211 miliar lembar saham senilai Rp 6,709 triliun. Sebanyak 117 saham naik, sisanya 139 saham turun, dan 82 saham stagnan. Bursa-bursa regional masih bergerak variatif. Aksi ambil untung membuat bursa Hong Kong dan Singapura menemani IHSG di zona merah.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Matahari (LPPF) naik Rp 600 ke Rp 11.700, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 600 ke Rp 29.900, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 550 ke Rp 13.150, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 400 ke Rp 17.400.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Tiga Raksa (TGKA) turun Rp 850 ke Rp 2.700, Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 750 ke Rp 13.750, Indocement (INTP) turun Rp 600 ke Rp 19.950, dan Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 500 ke Rp 6.000.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup melemah 17,918 poin (0,41%) ke level 4.340,225. Sementara Indeks LQ45 turun 6,237 poin (0,84%) ke level 732,824. Aksi beli investor pun dihadang oleh profit taking. Sektor industri di BEI yang diawal rata-rata menguat mulai bergerak variatif. Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 136.472 kali pada volume 3,745 miliar lembar saham senilai Rp 3,59 triliun. Sebanyak 116 saham naik, sisanya 105 saham turun, dan 82 saham stagnan.

Kondisi serupa juga terjadi di bursa-bursa regional. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Matahari (LPPF) naik Rp 500 ke Rp 11.600, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 400 ke Rp 40.000, United Tractor (UNTR) naik Rp 250 ke Rp 17.250, dan Bukit Asam (PTBA) naik Rp 200 ke Rp 12.800.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indocement (INTP) turun Rp 700 ke Rp 19.850, Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 500 ke Rp 14.000, Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 500 ke Rp 6.000, dan Unilever (UNVR) turun Rp 450 ke Rp 32.550.

Diawal perdagangan, sebaliknya indeks BEI dibuka naik 18,96 poin atau 0,43% menjadi 4.377,10, sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 4,82 poin (0,65%) ke level 743,88, “IHSG kembali menguat karena masih didukung oleh kenaikan cadangan devisa, kondisi itu mulai berdampak pada kembalinya aksi beli asing di pasar modal Indonesia. Meski demikian, penguatan indeks BEI relatif terbatas," kata analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono.

Dia mengutarakan bahwa hasil lelang surat utang negara (SUN) juga masih membawa sentimen positif tambahan bagi indeks BEI. Namun, indeks BEI juga mulai dibayangi oleh aksi ambil untung. Analis HD Capital Yuganur Wijanarko berpendapat bahwa kenaikan indeks BEI dalam dua hari terakhir terdorong oleh penguatan bursa regional dan nilai tukar rupiah."Hal itu ditakutkan dapat berakhir dengan aksi jual sehingga direkomendasikan untuk tetap berhati-hati,"tandasnya.

Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 38,23 poin (0,17%) ke level 22.938,42, indeks Nikkei-225 naik 82,57 poin (0,58%) ke level 14.506,45, dan Straits Times melemah 6,94 poin (0,21%) ke posisi 3.117,28. (bani)