Kunci Bisnis Jual Beli Motor Tarikan

Teliti Sebelum Membeli

Sabtu, 14/09/2013

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, pemilik usaha jual beli motor tarikan dealer harus jeli memilih sebelum membelinya. Kalau tidak tentu keuntungan yang nanti didapat tak akan sebesar yang diharapkan. Maklum, perusahaan pembiayaan memang membiarkan motor yang akan mereka jual (lelang) apa adanya. Tetapi tentu saja, mereka mematok harga miring untuk dagangan mereka.

Tak mengherankan kenapa kini mulai banyak bermunculan pedagang yang membuka gerai penjualan sepeda motor sitaan. Pasalnya, keuntungannya lumayan besar, tentunya setelah melakukan perbaikan kerusakan di sana sini, nah kalau salah mengalnalisa sebuah kendaraan adalah kerugian bagi Anda.

Untuk itu, jika Anda tak menguasai permasalahan mesin atau motor secara keseluruhan sebaiknya jangan nekat turun berbisnis. Rasanya, akan lebih bijak jika menggunakan tenaga ahli seperti mekanik sepeda motor berpengalaman. Karena biasanya, mereka mampu menganalisa dengan tepat apakah sebuah kendaraan sesuai dengan harganya.

Berbicara mengenai keuntungan bersih bisnis ini, seperti diutarakan sebelumnya bisnis ini bisa meraup keuntungan lebih dari sekitar Rp 500 ribu per motor. Tak hanya itu, proses mendirikan usahanya pun tidak ribet dan berbiaya mahal.

“Keuntungan yang didapat ya variatif yah, kalau lagi dapat produk bagus dan tak memakan biaya besar keuntungannya lumayan besar lah, kalau dirata-ratakan bisa lah Rp500 ribu untuk satu unit sepeda motor,” beber Rian, salah seorang petugas dealer motor sitaan.

Karena penghasilan yang lumayan ini, tak megherankan jika banyak pengusaha baru bermunculan. baik mereka membeli melalui jalan personal ke perusahaan pembiayaan atau dengan mengikuti lelang. Kalau di lelang, tak cuma pemain baru, pemain lama pun sangat menyenanginya sepeda motor sitaan karena memiliki prospek cerah.

Ya, perusahaan macam Adira Finance, memang kerap kali megadakan lelang kendaraan tarikan. sementara sistem jualnya terdiri dari beberapa paket, lima unit, tujuh unit, sampai 20 unit. Dari semua motor tadi tidak hanya terdiri dari satu merek saja. Berbagai merek pun tersedia, mulai dari Honda, Suzuki, Yamah, Kawasaki serta merek lainnya.

Selain di Jakarta, pedagang sepeda motor bekas sitaan juga menjamur di beberapa daerah di Indonesia. Bahkan, seorang pemilik dealer di daerah bercerita, peminat sepeda motor bekas begitu besar. Sontak, pengusaha daerah pun kini mulai berbondong-bondong orang membuka usaha penjualan sepeda motor.

Makanya, menganai pasar, bisnis ini dipercaya masih akan memiliki masa depan hingga sepuluh tahun ke depan. Apalagi sejak beberapa bulan lalu harga BBM jenis premium naik, yang mengakibatkan ongkos angkot ataupun mobil pribadi jadi bertambah.

“Kalau saya hitung-hitung lebih hemat menggunakan motor daripada naik angkot. Saya kan hanya seorang SPG, dari rumah bisa dua kali naik angkot menuju tempat kerja, intinya dalam satu hari untuk biaya bensin bisa angkot bisa mencapai Rp10.000, sementara dengan motor uang itu bisa mencapai dua atau tiga hari,” kata Nia, seorang petugas SPG di ITC Permata Hijau Jakarta.

Selain itu, menggunakan sepeda motor juga dipercaya dapat mengirit waktu tempuh, sebab dengan menggunakan sepeda motor si karyawan bisa lebih mudah meloloskan diri dari kemacetan yang menyumbat jalan-jalan di kota-kota seperti Jakarta.