Nilai Tukar Rupiah Cenderung Stabil

BI Rate Naik

Rabu, 11/09/2013

NERACA

Jakarta - Ekonom Standard Chartered Bank, Fauzi Ichsan, menilai bahwa pergerakan nilai tukar rupiah saat ini cenderung stabil ketimbang beberapa pekan lalu. Menurut dia, faktor yang memengaruhinya, antara lain, kenaikan suku bunga acuan (BI Rate) menjadi tujuh persen dan meredanya kekhawatiran pengurangan stimulus (tappering off) oleh Bank Sentral AS atau The Fed.

Dia pun memprediksi rupiah pada akhir 2013 berada di titik keseimbangan baru yaitu Rp11.500 per dolar AS. Kemudian, agar fundamental rupiah tetap terjaga, maka diperlukan cadangan devisa (cadev) yang kuat. Saat ini, lanjut Fauzi, sedikitnya terdapat US$125 miliar dana eksportir yang disimpan di Singapura.

"Dana ini jauh melebihi jumlah cadangan devisa yang hanya US$93 miliar. Kuatnya cadangan devisa itu tergantung berapa banyak yang mau jual dolar. Sekarang, pemilik banyak parkir dolar AS di luar negeri. Kalau hanya BI satu-satunya pemasok dolar, tentu tidak akan cukup," ungkap Fauzi di Jakarta, Selasa (10/9).

Dia juga menjelaskan, kenaikan cadangan devisa menjadi US$93 miliar, tidak akan berpengaruh banyak, sebab dari jumlah tersebut, sekitar US$10 miliar merupakan dana milik perbankan yang sengaja ditaruh di Bank Indonesia (BI) melalui term deposit valas. [ardi]