Nilai Investasi Pabrik Semen Baturaja Membengkak

Dampak dari melemahnya nilai tukar rupiah ternyata berimbas terhadap biaya modal yang harus di keluarkan PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) untuk pembangunan pabrik dua. Pasalnya, dana pembangunan pabrik membengkak menjadi Rp 200-2800 miliar.

Direktur Utama PT Semen Baturaja Tbk Pamudji Rahardjo mengatakan, perhitungan investasi pembangunan pabrik Baturaja dua dilakukan kala nilai tukuar Rupiah berada pada level Rp9.500 per dolar AS. Dari perhitungan perseroan pembangunan pabrik tersebut dapat menelan biaya mencapai Rp2,5 triliun, dimana 60% penggunaannya dari dana tersebut atau sebesar Rp1,5 triliun adalah untuk mengimpor mesin dan peralatan penunjang lainnya.

Namun, dengan melemahnya rupiah hingga menyentuh level Rp11.000-11.300 per dolar AS, maka dapat diasumsikan perseroan harus merogoh kocek lebih dalam sekitar Rp1,7-Rp1,78 triliun yang artinya perseroan harus menambah lagi dana pembangunan pabrik sekitar Rp200-Rp280 miliar.“Studi yang kami lakukan sudah dari tahun lalu ketika rupiah masih di level Rp9.500. Tapi kalau kondisi seperti ini terus rupiah melemah maka investasi pembangunan pabrik Semen Baturaja dua lebih besar dari perhitungan awal. Kita punya perhitungannya nanti kalau Rp11 ribu berapa investasinya,” kata Pamudji Rahardjo di Jakarta, kemarin.

Kondisi tersebut menjadi pil pahit bagi perseroan yang mau tak mau harus dipenuhi bila ingin pembangunan pabriknya berjalan tepat waktu. ”Harus kita penuhi, mesin kita dari luar, orang proyek juga kan tidak mau dibayar dengan posisi dolar di Rp9.500. Jadi kita sedang hitung,” pungkasnya.

Pabrik Semen Baturaja dua ditargetkan akan selesai pembangunannya pada triwulan IV-2016 dengan kapasitas produksi 1,85 juta ton semen per tahun, sehingga pada 2016 Baturaja diharapkan bisa memproduksi sebesar 3,85 juta ton semen setahun. (bani)

BERITA TERKAIT

MNC AM Kenalkan Investasi Reksadana

Rendahnya literasi keuangan dan pemahaman terkait produk dan layanan keuangan menjadi penyebab banyaknya masyarakat terjebak pada produk investasi bodong. Berbagai…

Minat Investasi di Pasar Modal Meningkat - Investor di Kalsel Tumbuh

NERACA Banjarmasin – Besarnya tekad PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk terus mengkampanyekan Yuk Nabung Saham dengan menggandeng beberapa perusahaan…

Bank Dunia Ingatkan Soal Investasi SDM

  NERACA Jakarta - Presiden Grup Bank Dunia Jim Yong Kim mengingatkan pentingnya investasi Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mendukung…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Targetkan Transaksi 500 Ribu Lot - Rifan Financindo Berjangka Optimis Tercapai

NERACA Surabaya - Meskipun Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Future Exchange (JFX) memangkas target transaksi 30% lantaran kondisi ekonomi…

Tingkatkan Layanan Digital - Taspen Kerjasama Sinergis Dengan Telkom

NERACA Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bersama PT Taspen (Persero) bersinergi mengembangkan dan mengimplementasikan digitalisasi pelayanan pembayaran pensiun…

XL Hadirkan Asisten Virtual MAYA

Dinamisnya era digital mengharuskan perusahaan untuk terus melakukan inovasi teknologi agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Tidak sebatas produk, layanan pelanggan…