OJK Buat Sistem Layanan Terintegrasi - Tingkatkan Peran Masyarakat

NERACA

Yogyakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan membuat sistem layanan konsumen yang terintegrasi dengan tugas melayani masyarakat dan konsumen, serta memberi informasi tentang lembaga jasa keuangan termasuk jenis produk dan layanannya,”Dalam sistem itu masyarakat dan konsumen juga bisa berperan aktif dengan memberikan masukan, laporan, dan informasi kepada OJK melalui telepon, email, website, dan hotline 500655,\" kata Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sri Rahayu Widodo di Yogyakarta, Kamis (5/9).

Menurutnya, OJK juga mempunyai program strategis berupa literasi jasa keuangan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang lembaga jasa keuangan. Program itu strategis karena pemahaman masyarakat tentang lembaga jasa keuangan masih rendah. Berdasarkan survei Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, tingkat pemahaman masyarakat di Indonesia terhadap lembaga jasa keuangan baru sekitar 20%. Hal itu memprihatinkan karena tertinggal jauh dibandingkan negara tetangga, sebut saja Malaysia mencapai 50% dan Singapura 90%.

Kata Sri Rahayu, OJK juga akan melakukan survei sejenis dengan lingkup yang lebih luas dan besar dengan responden mencapai 8.000 orang. OJK memilih responden yang mewakili semua lapisan dan elemen mulai dari ibu rumah tangga, buruh, pelajar, mahasiswa hingga pegawai,”OJK juga akan meningkatkan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat. Program itu akan dilaksanakan dengan menggandeng para pelaku usaha atau lembaga jasa keuangan dan instansi terkait,\" katanya.

Dia mengatakan, selama ini pemahaman masyarakat masih beragam dan kesenjangan masih tinggi. Banyak yang belum paham dengan baik tentang pasar modal atau investasi. Buktinya, banyak orang yang masih tergiur investasi dengan iming-iming laba besar sekalipun tidak rasional dan tidak wajar, sehingga banyak di antara mereka yang menjadi korban investasi bodong.

Lanjutnya, OJK memang diberi tugas mengedukasi masyarakat agar memahami dengan baik lembaga jasa keuangan termasuk sektor pasar modal dan institusi keuangan nonbank seperti asurans dan, dana pensiun.\"Melalui edukasi selain lebih mengenali lembaganya, masyarakat atau konsumen diharapkan juga mengenali jenis produk dan layanan lembaga jasa keuangan dengan baik,\" kata Sri Rahayu. (ant/bani)

BERITA TERKAIT

PENINGKATAN LAYANAN DIGITAL BNI SYARIAH

CEO Itqon Setyagus Sucipto (kedua kiri) didampingi Hadi Fatahillah (kiri), SEVP Keuangan dan Operasional BNI Syariah Wahyu Avianto (kedua kanan)…

Kesadaran Masyarakat dalam Perencanaan Dana Pensiun Masih Rendah

  NERACA   Surabaya - Manulife Indonesia menyebutkan kesadaran masyarakat Indonesia dalam perencanaan dana pensiun masih rendah, karena dari total…

OJK Tetapkan DIGI Sebagai Efek Syariah

NERACA Jakarta – Emiten yang bergerak di media digital, PT Arkadia Digital Media Tbk (DIGI) masuk dalam daftar efek syariah…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Rights Issue Perkuat Struktur Modal FREN

Danai pelunasan utang dan juga belanja modal, PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) berencana untuk meningkatkan modal dasar melalui mekanisme penerbitan…

RIMO Catatkan Laba Bersih Rp 83,81 Miliar

NERACA Jakarta - Di semester pertama 2018, PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO) mencatatkan laba bersih sebesar Rp83,81 miliar  atau naik 175,14%…

FIF Terbitkan Obligasi Rp 1,3 Triliun

Perkuat modal, anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) yang bergerak di bidang pembiayaan, yakni PT Federal International Finance (FIF)…