Indospring Ubah Dividen Jadi Rp 285 Per Saham

NERACA

Jakarta - PT Indospring Tbk (INDS), produsen komponen otomotif ini menurunkan dividen yang akan dibagikan pada 18 Oktober nanti. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (5/9). Disebutkan, perseroan mengubah jumlah saham yang dibagikan setelah melalui keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Rencananya, dividen yang akan dibagikan menjadi Rp285 per saham dari sebelumnya sebesar Rp475 per saham. Perubahan ini dikarenakan daftar jumlah pemegang saham yang beredar menggunakan data tanggal 2 Oktober 2013 menjadi 525 juta saham. Sebelumnya, berdasarkan data tanggal 3 Juli 2013, jumlah daftar pemegang saham perseroan sebanyak 315 juta saham.

Total dividen yang akan dibagikan senilai Rp149,625 miliar. Perubahan jumlah dividen per saham ini setelah melalui RUPSLB pada Rabu (4/9) kemarin. Pada 2013 ini, perseroan menargetkan penjualan sebesar Rp1,74 triliun atau naik 18% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,47 triliun.

Laba bersih tahun 2013 diperkirakan mencapai Rp151 miliar atau naik 13% dibandingkan tahun lalu sekitar Rp134 miliar. Perseroan juga akan banyak melakukan akuisisi pada tahun ini. Strategi akuisisi terhadap perusahaan sejenis dilakukan untuk menopang pertumbuhan pendapatan perusahaan.

Perusahaan yang sudah diakuisisi perseroan sebanyak 99% sahamnya yaitu PT Sinar Indra Nusa Jaya, anak usaha PT Maju Mapan Bersama dengan nilai tertinggi mencapai Rp3,96 triliun. Akuisisi ini untuk memperkuat pangsa pasar perseroan di segmen after market dan mendorong kinerja operasional dan keuangan perseroan di masa mendatang.

Menurut Direktur Perseroan, Bambang Hero Sanyoto, pihaknya akan mengakuisisi Sinar Indra Nusa dengan nilai transaksi berkisar Rp2 juta per lembar saham hingga Rp4 juta per lembar saham. Nilai transaksi final akan diputuskan setelah Sinar Indra menyelesaikan audit laporan keuangan.

Sinar Indra merupakan distributor sparepart otomotif, terutama produk pegas yang fokus melakukan penjualan di segmen after market. Mayoritas saham atau 99% saham Sinar Indra dimiliki PT Maju Mapan Bersama dan 1% saham sisanya dimiliki investor perorangan.

Produk Indospring sebagian besar diserap PT Krama Yudha Tiga Berlian Motos, agen pemegang merek Mitsubishi dan PT Mitsubishi Steel Mfg Co Ltd, Jepang, serta Sinar Indra. Hingga akhir 2012, Indospring menargetkan penjualan bisa tumbuh 15% menjadi Rp 1,41 triliun dari realisasi penjualan 2011 sebesar Rp 1,23 triliun. (nurul)

BERITA TERKAIT

JMA Syariah Tetapkan IPO Rp 140 Per Saham

PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk (JMA Syariah) telah menetapkan harga pelaksanaan penawaran umum saham perdana mereka. Harga…

Perdana di Pasar, Saham PBID Naik 10 Point

Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) pada perdagangan Rabu (13/12) langsung dibuka naik…

Saham Tiga Pilar Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta – Lantaran terjadi penurunan harga dan peningkatan aktivitas saham di luar kebiasaan (UMA), transaksi saham PT Tiga Pilar…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Desa Nabung Saham Hadir di Monokwari

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencanangkan "Desa Nabung Saham" di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat,”Desa Nabung Saham akan dibentuk…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Link Net Targetkan 150 Ribu Pelanggan

Kebutuhan jaringan internet di Indonesia memacu PT Link Net Tbk (LINK) gencar ekspansi jaringan. LINK optimistis bisa memenuhi target 2,8…