Persiapkan Program Menyapih Anak

Setelah ASI eksklusif diberikan selama 6 bulan, ASI sebaiknya terus diberikan bersama dengan makanan pendamping ASI (MPASI). Mungkin karena merasa nyaman, sampai usia TK atau bahkan masuk SD, masih ada anak yang menyusu pada ibunya. Lantas kapankah saat yang tepat seorang ibu untuk menyapih anaknya?

“Sebetulnya tidak pernah ditegaskan kapan waktu sebaiknya seorang anak harus disapih, semua tergantung pada hubungan anak dengan ibunya. Seorang anak yang siap dengan lingkungannya, seringkali usai 2 tahun/lebih,” tutur dokter anak, Jeanne-Roos Tikoalu, Sp.

Ada beberapa alasan mengapa seorang ibu ingin menyapih anaknya. Bisa jadi karena si anak dirasa sudah terlalu besar, misalnya sudah duduk di bangku SD, sehingga aktivitas harian ibu jadi agak terganggu. Meski demikian ada juga ibu yang tidak ingin menyapih anaknya. Agar tetap dekat dengan anak, ibu tetap mempertahankan aktivitas laktasi walaupun anak sudah berusia 3 tahun atau lebih.

“Sebaiknya ibu sudah mempelajari waktu-waktu di mana anak menyusu pada ibu dan di waktu-waktu tersebut ibu bisa mengalihkan perhatian/keinginan anak untuk menyusu dengan aktivitas lain, misal dengan membacakan buku cerita bergambar atau beryanyi sambil mendengarkan musik,” tuturnya.

dr. Jeanne menjelaskan dengan memperpanjang waktu laktasi, maka produksi ASI sercara bertahap akan berkurang dan lama-lama akan berhenti. Terkadang anak sendiri yang menghentikan periode menyusunya apabila sang ibu hamil lagi. Sebab sering kali rasa ASI ibu akan berubah mengikuti usia kehamilan ibu dan anak akan merasa ASI tidak sesuai dengan keinginannya lagi.

Jika anak masih menyusu setelah usianya satu atau dua tahun, tentu tidak masalah. Sebab ASI masih akan memberi manfaat di mana mencukupi sepertiga kebutuhan nutrisi anak. Tetapi, setelah usia 1 tahun, anak tersebut memerlukan makanan dengan pola makan keluarga. \"Kalau anak sudah beranjak besar masih menyusu pada ibu, seringkali karena anak tidak bisa berpisah dengan ibunya, merasa tidak nyaman kalau tidak berdekatan dengan ibunya atau tidak merasa nyaman dengan lingkungannya,\" papar dokter berkacamata ini.

Itu sebabnya setelah usia 1 tahun, anak tersebut memerlukan makanan dengan pola makan keluarga. Kalau anak sudah beranjak besar masih menyusu pada ibu, seringkali karena anak tidak bisa berpisah dengan ibunya, merasa tidak nyaman kalau tidak berdekatan dengan ibunya atau tidak merasa nyaman dengan lingkungannya.

“Bila anak berusia lebih 3,5 tahun masih menyusui pada ibu, kita perlu khawatir ada apa dengan kondisi psikis-emosional anak,” tuturnya.

BERITA TERKAIT

Hasnur Group Bidik Dana Segar Rp 1,4 Triliun - Rencanakan IPO Anak Usaha di 2019

NERACA Jakarta – Guna mendanai pengembangan bisnis anak usahanya di sektor energi, Hasnur Group berencana melepas sebagian saham anak usahanya…

Pemkot Palembang Wujudkan Kota Layak Anak

Pemkot Palembang Wujudkan Kota Layak Anak NERACA Palembang - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Sumatera Selatan, terus berupaya mewujudkan kota layak…

Program Satu Juta Rumah BTN Telah Capai 72%

      NERACA   Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. kembali menggelar ajang penghargaan bertajuk BTN Property…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Kenali Siklus Kaki Anak untuk Cegah Kelainan Tulang dan Sendi

Orang tua kerap panik setiap melihat bentuk kaki sang buah hati mendadak bengkok. Natatsa Mayang Pujakusuma (29), misalnya, yang dibuat…

Ini Cara Alami Turunkan Berat Badan Tanpa Diet

Diet ketogenik, diet mediterania, OCD dan masih banyak jenis diet lain yang populer di kalangan masyarakat begitu menggoda untuk dicoba.…

Tanda Tubuh Kurang Olahraga

Olahraga teratur bakal berdampak positif pada tubuh. Tak cuma mengecilkan lingkar pinggang dan paha, tapi lebih dari itu, olahraga berperan…