Danai Pelunasan Utang, Jasa Marga Terbitkan Obligasi

Tawarkan Bunga Maksimal 10,07%

Selasa, 03/09/2013

NERACA

Jakarta –Belum pulihnya kondisi pasar saham, seiring dengan terus berfluktuasinya pergerakan indeks harga saham gabungan(IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), tidak menjadi hambatan bagi PT Jasa Marga Tbk (JSMR) untuk menerbitkan obligasi untuk mendanai beberapa proyek jalan tol tahun ini dan tahun depan.

Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk, Adityawarman mengatakan, dengan kinerja keuangan yang bagus akan memberikan sentimen positif terhadap pasar. Oleh karena itu, penerbitan obligasi berkelanjutan I Jasa Marga Tahap I Tahun 2013 Seri S dengan nilai Rp 2,1 triliun akan diminati pasar, “Nantinya dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk pelunasan obligasi sebelumnya dan juga pendanaan proyek jalan tol,”ujarnya di Jakarta, Senin (2/9).

Dia juga mengungkapkan, ada tiga ruas tol yang siap dioperasikan akhir tahun ini. Ketiga ruas tol tersebut, yakni tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa 10 km. Kemudian tol Semarang-Solo seksi 2, dan sambungan JORR 1 (Kebun Jeruk-Ciledug-Meruya). Sementara untuk rencana ruas tol baru, ada potensi sekitar 215 km ruas tol pada 2015. Dari program pemerintah ada Medan-Kuala Namu 60 km, Trans Sumatera 27-30 km, kemudian di Kalimantan dan Jawa. Diakui Adityawarman, perseroan mendapat dukungan dana dari konsorsium dalam mengerjakan sembilan proyek jalan tol yang merupakan proyek multiyears senilai Rp25 triliun.

Walaupun perseroan memiliki alokasi belanja modal konsolidasi Rp6,9 triliun. Namun berpotensi dana yang terserap bisa tembus Rp7 triliun lebih, “Pembangunan jalan tol itu kan bukan hanya setahun saja. Ini multiyears. Karena itu dana perseroan di tahun sebelumnya juga terpakai sekaligus di tahun ini. Namun kami pastikan sindikasi bank dari proyek yang tengah berjalan sudah ada,”tandasnya.

Selain sembilan ruas tol yang tengah digarap, perseroan juga telah memiliki 545 KM jalan tol yang beroperasi. Pangsa pasar perseroan hingga kini telah mencapai 73%. Data per Desember 2012 mencatat volume lalu lintas harian rata-rata mencapai 3.745.000 mobil per hari dengan pendapatan Rp13 miliar per hari.

Disamping itu, masih ada beberapa target pembangunan kalan tol di Sumatera, Kalimantan dengan total 3 lokasi yang masih dirahasiakan. Hal ini dilakukan untuk menghindari kenaikan harga lahan saat pembebasan.“Kami belum bisa menjelaskan lokasi rencana pembangunan tol yang baru, karena memang jika sudah dipublikasikan nanti lahan tersebut harganya akan naik,”kata Direktur Pengembangan Usaha Abdul Hadi.

Perseroan saat ini masih mempunyai kekuatan ekuitas di kisaran Rp15 - Rp20 triliun untuk lahan 100 - 150 km. Perseroan juga mengungkapkan, sudah lolos prakualifikasi untuk pengerjaan proyek jalan tol Medan-Kualanamu dengan tiga perusahaan lain dan diharapkan pihaknya akan mendapatkan tender tersebut.

Terbitkan Obligasi

PT Jasa Marga Tbk menawarkan obligasi dengan indikasi kupon di kisaran 8,14% hingga 10,07% untuk empat seri obligasi dalam Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I Jasa Marga Tahap I Tahun 2013 Seri S. Rencananya perseroan akan menggunakan sebagian besar hasil obligasi untuk pelunasan obligasi sebelumnya. Nilai obligasi berkelanjutan tahap pertama perseroan sebanyak-banyaknya hingga Rp.2,1 triliun, dari total rencana obligasi berkelanjutan yang sebesar Rp5,95 triliun. Sebanyak 84,36% atau Rp1,7 triliun akan digunakan untuk pelunasan obligasi lama.

Selanjutnya, dana hasil obligasi sekitar 7,48% untuk kegiatan pengembangan usaha perseroan melalui penyertaan modal untuk tiga anak usaha Perseroan dalam pembebasan lahan, yaitu PT Marga Nujyasumo Agung (MNA) 2,36%, PT Marga Lingkar Jakarta (MLJ) 2,26%, dan PT Margabumi Adhikarya (MBAR) 2,86%.

Menurut Direktur PT Mandiri Sekuritas Iman Rachman, kisaran kupon Seri A dengan tenor 1 tahun ditawarkan antara 8,14% - 9,33%. Kemudian kisaran kupon Seri B dengan tenor 3 tahun ditawarkan antara 8,73% - 9,92%. Selanjutnya, kisaran kupon Seri C dengan tenor 5 tahun, ditawarkan antara 8,88% - 10,07%. Sedangkan Seri D dengan tenor 10 tahun, ndikasi kupon yang ditawarkan pada kisaran 9,07% - 10,07%. “Sebagaimana dengan penerbitan obligasi pada umumnya, investor lokal lebih menjadi target utama. Namun, kendati pasar masih bergejolak, tidak menutup kemungkinan untuk ditawarkan kepada investor asing melalui kantor perwakilan Mandiri Sekuritas di luar negeri”, ujar dia. (nurul)