Hypermart Tulang Punggung Pendapatan MPPA

Raup Laba Rp 221,8 Miliar

Senin, 02/09/2013

NERACA

Jakarta – Pertengahan tahun ini, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) berhasil membukukan laba bersih naik hingga 164,7%. Kenaikan laba bersih ini, ditopang dari Matahari Food Division (MFD) dengan 90% lebih berasal dari Hypermart. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Disebutkan, hingga semester pertama tahun ini, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp221,8 miliar atau meningkat 164,7% dari periode yang sama di tahun 2012 sebesar Rp83,9 miliar. Pendapatan perseroan melonjak 15% menjadi Rp 5,5 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp 4,7 triliun. Dengan laba sebelum pajak penghasilan mencapai Rp293,8 milyar dari Rp 146,7 milyar tahun lalu.

Presiden Direktur PT Matahari Putra Prima Tbk, Benjamin Mailool mengakui, kinerja MFD dengan Hypermart-nya berhasil mendominasi pendapatan perseroan. Dia menjelaskan, peningkatan laba bersih yang luar biasa tersebut mencerminkan sukses perseroan atas fokus pada pembayaran hutang yang substansial, langkah restrukturisasi dan kinerja solid MFD dari segi operasional dan finansial.

Sebelumnya perseroan juga telah membayarkan dividen tunai tahun buku 2012 sebesar Rp186 per saham pada 29 Mei lalu.“MFD memberikan kontribusi pendapatan Rp 5,5 trilyun, meningkat 15,4% dari Rp 4,7 trilyun tahun lalu . Sejak peluncuran Hypermart di tahun 2004, MFD telah berhasil mencetak laju pertumbuhan CAGR atas pendapatan bruto sebesar 27,9% yang menjadi ujung tombak pertumbuhan dan prospek Perseroan ke depan”, jelas dia

Berdasarkan laporan keuangan semester pertama 2013, diketahui laba bersih perseroan tercatat Rp221,82 miliar, naik dari Rp83,85 miliar pada semester pertama tahun lalu. Hingga Juni 2013, pendapatan perseroan tercatat naik 9,66% menjadi Rp5,45 triliun dari Rp4,97 triliun. Beban pokok penjualan naik 12,78% menjadi Rp4,59 triliun dari Rp4,07 triliun.

Laba kotor perseroan turun 5,43% menjadi Rp852,39 miliar dari Rp901,37 miliar. Pada 6 bulan pertama tahun ini beban usaha turun 10,03% menjadi Rp755,65 miliar dari Rp839,88 miliar. Sehingga, laba usaha melonjak 98,64% menjadi Rp295,06 miliar dari Rp148,54 miliar.

Selain itu, perseroan juga berencana membuka 20 gerai baru Hypermart hingga akhir tahun ini dan 100 gerai baru hingga 5 tahun ke depan. Menurut dia, pihaknya akan membuka lebih banyak gerai baru pada semester kedua tahun ini dengan melihat perkembangan pembukaan gerai Hypermart di semester pertama yang sesuai dengan ekspektasi perseroan.

Hingga Juni, perseroan telah membuka 6 gerai baru di Palembang, Ambon, Kuta Bali, Mataram, Pematang Siantar dan Tegal.“Pesatnya pembukaan toko baru Hypermart di semester pertama sesuai dengan ekspektasi kami, di semester kedua kami akan membuka toko lebih banyak. Sejak peluncuran merek Hypermart pada 2004, perseroan telah menghasilkan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compounded Average Growth Rate/CAGR) penjualan kotor sebesar 27,9% yang menjadi landasan utama dari pertumbuhan dan prospek perusahaan ke depan”, jelas dia. (nurul)