Kredit Lunas Masih Ditagih

Pada bulan Juli 2012 saya membeli secara kredit motor Yamaha Mio pada Bussan Auto Finance (BAF) dengan jumlah angsuran yang harus kami bayarkan setiap bulan adalah sebesar Rp 1.001.000 selama 14 bulan. Pada tanggal 21 Agustus 2013 sekitar jam 11.00, saya menerima telepon dari seseorang yang mengaku sebagai pegawai BAF, beliau menagih tagihan cicilan setoran motor, namun dengan nada kasar.

Karena mendapatkan perlakuan tidak enak, kemudaian saya dan suami langsung membayar tagihan itu. Tepatnya pada tanggal 22 Agustus 2013, suami saya melakukan pembayaran untuk seluruh kewajiban saya dengan pihak BAF dan pulang dengan membawa BPKB motor alias lunas.

Dan Keesokan saya kembali dihubungi oleh orang yang mengaku dari BAF yang melakukan penagihan. Yang mengherankan adalah, mengapa motor yang sudah lunas masih ditagih? Apakah tak ada kordinasi update pinjaman?

Vivian Moesa

vmoesa@yahoo.com



BERITA TERKAIT

Kartu Kredit Digital Kredivo Ciptakan Inovasi Checkout Tercepat

    NERACA   Jakarta – Kartu kredit digital, Kredivo menciptakan inovasi pembayaran digital di Indonesia dengan checkout 2-klik yang…

Targetkan Kredit Tumbuh 14% - BJTM Dorong Pertumbuhan Kredit Korporasi

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan kredit 12-14%, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) akan mendorong pertumbuhan kredit korporasi.”Dengan…

Bankir: Resesi Global Masih Jauh dari Kondisi Nyata

NERACA Jakarta-Kalangan bankir menilai resesi ekonomi global masih jauh dari nyata. Dengan demikian, masyarakat diimbau tak perlu menanggapi isu tersebut…

BERITA LAINNYA DI SURAT PEMBACA

Birokrasi Pemeriksaan di Bandara Soetta

Jika dibandingkan pemeriksaan penumpang pesawat di bandara Singapura, AS dan Jepang, ternyata di bandara Soetta yang konon sejajar dengan bandara…

Hak Penumpang KRL CommuterLine

Manajemen PT KCI hendaknya sadar bahwa hak penumpang KRL adalah sama. Tulisan yang berbunyi "Mohon dapat diberikan tempat yang lebih…

Penjelasan Penulis

Terima kasih artikel saya sudah dimuat di Harian Neraca dan www.neraca.co.id edisi 19 Agustus 2019. Tapi mohon maaf, saya bukan…