Daerah Terpencil Butuh Peran Para Dokter

Sabtu, 07/09/2013

Menteri Kesehatan RI Nafsiah Mboi menegaskan, kehadiran dokter di daerah-daerah terpencil di luar Jawa dan Bali sangat dibutuhkan. Dokter tidak hanya memiliki peran vital dalam meningkatkan derajat kesehatan, tetapi juga kebahagiaan masyarakat.

“Saya banga sekali dengan kalian. Ingat, dokter adalah kunci kebahagiaan masyarakat. Masyarakat di daerah terpencil sangat senang bila ditolong orang berjas putih,” tutur dia.

Pelepasan simbolis ini diwakili 122 tenaga kesehatan, yang terbagi atas 86 dokter umum dan 36 dokter gigi. Para dokter tersebut akan mengabdi di seluruh fasilitas kesehatan primer terpencil dam sangat terpencil, di luar propinsi Jawa dan Bali. Para dokter akan mengabdi selama 2 tahun untuk kategori daerah terpencil, dan 1 tahun untuk daerah sangat terpencil.

Untuk tahun ini, total tenaga Pegawai Tidak Tetap (PTT) adalah 927 orang, yang terdiri atas 696 dokter umum dan 231 doker gigi. Nafsiah berharap para dokter dan dokter gigi bisa meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di daerah tujuan.

Hal ini dilakukan lewat promosi kesehatan, tindakan preventif, diagnosa dini, dan rehabilitasi, yang bisa dilakukan di puskesmas. Hal tersebut nantinya bisa membebaskan masyarakat dari berbagai masalah kesehatan, yang menyebabkan kerentanan terhadap berbagai penyakit.

Permasalahan ini antara lain gizi kurang, rendahnya pengetahuan, perilaku kesehatan yang kurang baik, dan lingkungan pemukiman yang tidak mendukung. Dalam kesempatan ini Nafsiah juga menekankan para tenaga dokter PTT untuk menghapus kekhawatiran terkait keterbatasan akses dan sulitnya pembayaran.

Nafsiah menyatakan, Kemenkes akan bekerja sama dengan Kementerian Kominfo dan Kementerian BUMN untuk penyediaan listrik serta akses internet, di daerah terpencil dan sangat terpencil.

“Nantinya setiap puskesmas akan puya listrik dan akses internet. Sementara untuk pembayaran, kita sudah ada system yang lebih baik untuk rutin membayar gaji dan insentif per bulan,” ungkapnya.

Tenaga kesehatan akan menerima gaji pokok sebesar Rp2 juta, dengan tunjangan berbeda untuk daerah terpencil dan sangat terpencil. Daerah terpencil menerima tunjangan Rp3.550.000, sedangkan sangat terpencil Rp5.800.000.

Para tenaga PTT juga dijanjikan lebih mudah dalam mengambil spesialis, bila ingin melanjutkan pendidikan. Para dokter PTT juga bisa mengambil spesialisasi layanan primer. Hal ini sesuai yang tercantum pada UU Pendidikan Kedokteran tahun 2013.

Sangat dibutuhkan

Sementara itu, menurut Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal RI, Helmy Faishal Zaini, adanya tenaga kesehatan PTT, dapat memperbaiki kehidupan masyarakat.

“Indonesia adalah negara kepulauan. Sehingga kesenjangan kesehatan pasti ada, terutama di pulau terluar. Satu dokter saja bisa memperbaiki kualitas kehidupan masyarakat. Saya yakin bila kebijakan dokter PTT terus dilanjutkan, 15 tahun lagi Indonesia bebas dari daerah tertinggal,” kata Helmy.

Saat ini Indonesia memiliki 183 kabupaten tertinggal. Hampir 70 persen berada di daerah timur Indonesia. Daerah tertinggal memiliki berbagai keterbatasan. Akibatnya angka Indeks Pembangunan Manusia daerah tersebut dibawah 72,2. Indeks ini berdasarkan aspek kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.