Antam Kejar Proses Izin Tambang di Myanmar

Rabu, 28/08/2013

Manajemen PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) mengaku akan segera merealisasikan untuk melakukan kegiatan eksplorasi di Myanmar. Sebagai tahap awal, perseroan akan fokus pada komoditas tambang emas. “ANTAM tengah mempersiapkan untuk memulai kegiatan eksplorasi di Myanmar dengan fokus pada komoditas emas, dan saat ini dalam proses perijinan untuk memulai eksplorasi.” kata Sekretaris perusahaan, Tri Hartono di Jakarta, Selasa (27/8).

Selain memproses izin eksplorasi di Myanmar, menurut dia, saat ini perseroan juga tengah mengajukan ijin pinjam pakai kawasan hutan untuk dapat meneruskan kegiatan eksplorasi emas di wilayah pegunungan Bintang, Papua. Jika izin telah diperoleh, maka kegiatan eksplorasi akan dilanjutkan. Pihaknya mencatat, pada semester pertama ini jumlah cadangan dan sumber daya komoditas emas, nikel dan bauksit pada semester pertama 2013 mengalami peningkatan.

Tercatat, jumlah cadangan dan sumber daya emas perseroan per akhir Juni 2013 tercatat sebesar 9,5 juta dry metric ton (dmt), naik 5% dibandingkan jumlah cadangan dan sumber daya emas pada akhir tahun 2012 yang mencapai 9,0 juta dmt. Untuk komoditas nikel, perseroan meningkatkan jumlah cadangan dan sumber daya menjadi 855,9 juta wet metric ton (wmt), naik 4% dibandingkan jumlah pada akhir tahun 2012 sebesar 825,2 juta wmt.

Sementara jumlah cadangan dan sumber daya bauksit pada akhir Juni 2013 tercatat 546,8 juta wmt, naik 15% dibandingkan cadangan dan sumber daya bauksit pada akhir tahun 2012 yang mencapai 473,9 juta wmt. Selain berfokus pada komoditas utama, perseroan juga melakukan kegiatan eksplorasi mineral industri lainnya seperti batubara dan zirkon. Total biaya tidak diaudit untuk aktivitas eksplorasi selama semester pertama 2013 mencapai Rp105,05 miliar.

Eksplorasi Tambang

Selama semester pertama 2013, perseroan melakukan aktivitas eksplorasi emas di prospek Bujang dan Batulicin, Jambi; Pongkor dan Papandayan, Jawa Barat dan juga Cibaliung, Banten. Eksplorasi nikel dilakukan di daerah Buli, Maluku Utara; Lasolo, Lalindu, Mandiodo dan Tapunopaka, Sulawesi Tenggara, dan pulau Gag, Papua Barat. Sementara eksplorasi bauksit dilaksanakan di propinsi Kalimantan Barat yakni di daerah Mempawah, Landak, Tayan, dan Munggu Pasir.

Manajemen perseroan sebelumnya menyebutkan telah mencapai kesepakatan dengan Pemerintah Kabupaten Konawe Utara mengenai Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Kesepakatan ini menandai penyelesaian tumpang tindih lahan IUP yang berada di wilayah Tapunopaka dan Pulau Bahubulu, Kabupaten Konawe Utara, “IUP seluas 6.213 hektare tersebut rencananya akan menjadi bagian dari pengembangan Proyek Nickel Pig Iron,” kata Direktur Utama Antam, Tato Miraza.

Kesepakatan ini, sambung dia, juga akan memastikan rencana pembangunan Pabrik Nickel Pig Iron yang merupakan salah satu proyek pengembangan utama yang menjadi bagian dalam proyek Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) Koridor Sulawesi. “Proyek Nickel Pig Iron merupakan salah satu proyek pengembangan ANTAM yang akan mengolah bijih nikel menjadi nickel pig iron atau feronikel kadar rendah, dengan rencana kapasitas produksi sebesar 24.000 TNi per tahun,” jelas. (lia)

Topik Terkait

ijin antam di sulawesi