Intiland Investasikan Dana Rp 7,5 Triliun - Bangun Pulau Buatan

NERACA

Jakarta – PT Intiland Development Tbk (DILD) menganggarkan dana sebesar Rp 7,5 triliun untuk membangun pulau buatan seluas 63 hektar di pantai Mutiara, Jakarta Utara. Disebutkan, nantinya dana tersebut juga sudah termasuk infrastruktur yang ada didalamnya. Saat ini proyek tersebut belum bisa dilakukan karena masih menunggu proses izin reklamasi.

Executive Director Capital and invesment Management PT Intiland Development, Archied Noto Pradono mengatakan, pembuatan pulau buatan hingga saat ini masih proses izin reklamasi atau pengurukan pantai, “Kita berharap tahun ini izin reklamasi keluar, “katanya di Jakarta, Selasa (27/8).

Dia mengungkapkan, proses reklamasi atau pengerukan pantai akan memakan waktu 4-5 tahun. Dana yang akan diinvestasikan dalam proyek tersebut berasal dari penjualan atau presale dan pendanaan pihak bank. Namun tidak menutup kemungkinan pendanaan didapat dari instrumen lain.

Sebagai informasi, Pemerintah DKI Jakarta tengah gencar melakukan proyek reklamasi 17 pulau di pantai utara, Jakarta Utara. Proyek ini dilakukan dengan menggandeng beberapa perusahaan pengembang antara lain PT Intiland Tbk (DILD), PT Agung Podomoro Tbk (APLN) dan Jakarta Propertindo (Jakpro).

Disemester pertama tahun ini, PT Intiland Development Tbk mencatat laba bersih sebesar Rp140,48 miliar atau naik 74,85% dari periode yang sama di tahun sebelumnya senilai Rp80,18 miliar.

Selain itu, laba usaha perseroan juga meningkat sebesar 76,17% menjadi Rp250,62 miliar dibandingkan semester pertama 2012. Naiknya profitabilitas perseroan terutama disebabkan melonjaknya jumlah pendapatan usaha di semua segmen, baik yang berasal dari pengembangan kawasan perumahan, mixed-use & high rise, kawasan industri, maupun perhotelan.

Kemudian untuk pendapatan usaha di semester pertama tahun ini, tercatat sebesar 764,89 miliar atau melonjak 44,12% dibandingkan semester pertama 2012. Peningkatan pendapatan usaha terutama diperoleh dari penjualan perumahan dan kawasan industri.

Pendapatan dari pengembangan (development income), kata Archied, tercatat masih menjadi kontributor terbesar perseroan yang nilainya mencapai Rp687,78 miliar atau 89,92 persen dari total pendapatan usaha Intiland. “Jumlah tersebut melonjak sebesar Rp224,11 miliar atau naik 48,33 persen dibandingkan semester pertama tahun lalu,” ucap Archied.

Lebih lanjut dia mengatakan, segmen pengembangan kawasan perumahan memberikan kontribusi penjualan sebesar Rp324,91 miliar naik 30,16%. Lalu, pengembangan kawasan industri dengan penjualan mencapai Rp185,46 miliar dan pengembangan mixed-use & high rise tercatat memberikan kontribusi ke pendapatan usaha senilai Rp177,41 miliar. (nurul)

BERITA TERKAIT

Mengganti Terigu Impor dengan Produk Buatan Lokal - Teknologi Pangan

        NERACA   Bogor - Mie memang menjadi santapan favorit masyarakat Indonesia, tanpa pandang usia. Sayangnya mie…

Pertamina-Rosneft Akan Bangun Kilang Minyak di Tuban

NERACA Jakarta – PT Pertamina (Persero) bersama perusahaan energi Rusia, Rosneft Oil Company akan membangun sekaligus mengoperasikan kilang minyak yang…

BMRS Lunasi 20% Saham DPM Ke Antam - Raih Dana Segar dari NFC China

NERACA Jakarta – Mengantungi dana segar senilai US$ 198 juta dari NFC China, mendorong PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Keadilan Akan Batasi Ruang Genderuwo Ekonomi

Istilah genderuwo mendadak viral setelah dicetuskan Presiden Jokowi untuk menyebut politikus yang kerjanya hanya menakut-nakuti masyarakat, pandai memengaruhi dan tidak…

BEI Suspensi Saham Shield On Service

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajara, kini BEI menghentikan…

Gugatan First Media Tidak Terkait Layanan

Kasus hukum yang dijalani PT First Media Tbk (KBLV) memastikan tidak terkait dengan layanan First Media dan layanan operasional perseroan…