Bisnis Studio Musik Juga Semakin Asyik - Tak Kalah Hebat dari Sekolah Musik

Sama seperti sekolah musik, studio musik pun begitu diminati. Pasalnya, banyak kalangan (orang) yang ingin menyalurkan minat dan bakat mereka di musik. Tak peduli apakah ingin menjadi musisi profesional atau sekedar penyaluran hobi semata. Intinya, fakta yang ada membuat bisnis studio musik semakin bergelora.

Ya, kemunculan usaha persewaan studio musik didasari maraknya minat musik remaja jaman sekarang. Ini terlihat dari betapa larisnya kursus-kursus dan sekolah musik, apalagi kini tengah banyak lahir band-band anak-anak muda dan ajang kompetisi musik yang banyak digelar beberapa stasiun televisi.

“Dulu saya punya band sudah sering tampil di cafe-cafe serta beberapa restoran, tetapi setelah itu kami sempat vakum dari musik, kini cita-cita saya untuk masuk dapur rekaman dan berkarya dengan baik di musik,” ujar Kimil dari D’ Optimised Band.

Pernyataan Kimil ini ternyata diamini oleh Boak, salah satu pemilik studio musik di bilangan Sukabumi Selatan. Menurutnya, banyak anak-anak band yang kini ingin karya mereka di apresiasi oleh label. Makanya, kini banyak band yang meminta dibuatkan demo.

“Yang latihan di sini bukan hanya ingin tampil dalam sebuah band, tetapi mereka ingin musiknya dapat dikomersilkan, apalagi kini kan cukup banyak ajang-ajang pencarian bakat yang ada, tentunya itu membuat bisnis ini semakin bergelora,” tegas Boak.

Boak kembali menjelaskan, untuk membuka bisnis seperti yang ia lakoni ini tak mudah untuk dijalankan. Untuk itu, susun konsep usaha yang jelas dan matang. Modal berlimpah, minat serta ketrampilan bermusik yang tinggi belum cukup untuk menjalankan usaha ini.

Tetapi, Anda perlu melakukan riset terlebih dahulu untuk mendapati peta pasar dan persaingan usaha. Umpamanya, jika target pelanggan anda adalah siswa-siswa SMP/SMA yang sedang belajar musik, Anda cukup menyediakan alat-alat bermerk standar lokal. Anda dapat menggabungkan peralatan baru dan bekas.

Tetapi, jika target pelanggan adalah pemain musik komersiil, Anda harus menyediakan peralatan dengan merek ternama. Namun jika ingin menggaet pelanggan yang lebih serius umpamanya kalangan profesional, Anda harus menyediakan alat-alat musik original dengan kualitas nomor wahid.

“Jika hanya sekedar untuk belajar dan berlatih, mungkin cukup bermodalkan ruang studio yang nyaman saja. Sedangkan jika pelanggan menyewa studio untuk berlatih untuk sebuah pertunjukan dan lain sebagainya, sebaiknya sediakan sistem sound monitor dan mixing console yang lebih baik, juga operator yang baik,” ujar Boak.

Tetapi, semua itu memang mengharuskan pemilik usaha mengeluarkan modal cukup besar. bagaimana kalau modal yang dimiliki kecil-kecilan. Nah kalau seperti ini, bisnis tetap bisa berjalan, dengan menyediakan peralatan band standar, seperti dua buah gitar (melody dan rhythm), bass gitar, drum, amplifier, mic dan aksesoris efek. Tambahkan koleksi alat, seperti keyboard serta double bass drum. Nah, ketika usaha mulai berkembang Anda bisa membeli peralatan pelengkap lainnya.

BERITA TERKAIT

BRI Syariah Terima Pelunasan Biaya Haji dari 9.642 Jamaah

    NERACA   Jakarta - Sebanyak 9.642 calon jamaah haji melakukan pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) di BRI…

Masifnya Penerbitan SBN Diklaim Tak Bikin Likuiditas Mengetat

      NERACA   Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menepis anggapan bahwa masifnya penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) sejak…

Pakar Hukum: Hakim Tak Bisa Vonis Bersalah Terdakwa Kasus BMG

Pakar Hukum: Hakim Tak Bisa Vonis Bersalah Terdakwa Kasus BMG NERACA Jakarta - Pakar hukum UI menilai majelis hakim tidak…

BERITA LAINNYA DI PELUANG USAHA

Tahun 2019, Pemerintah Targetkan 8 Juta UMKM Aplikasikan Tekhnologi

Pemanfaatan teknologi digital untuk bisnis, khususnya skala usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), sudah menjadi sebuah keharusan. Sebab itu, upaya…

Pesatnya Perkembangan Pasar Modern dan Digitalisasi, Sarinah Tetap Bina UMKM

BUMN ritel PT Sarinah (Persero) menyatakan yakin bisa tetap eksis di tengah pesatnya perkembangan dunia digital. Untuk itu, Sarinah tetap…

Pertemuan IMF –WB Momentun Perkenalkan Produk UMKM Nasional Dikancah International

Pertemuan tahunan IMF – World Bank (WB)  yang berlangsung di Nusa Bali harus bisa menjadi momentum memperkenalkan produk  usaha mikro,…