Asuransi Jiwaraya Rilis Reksa Dana Saham

Selasa, 27/08/2013

Makin terpuruknya, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam sepekan terakhir lantaran dipicu aksi jual investor asing, menjadi peluang bagi PT Asuransi Jiwasraya untuk meluncurkan produk unit link dalam bentuk reksadana saham.

Direktur Keuangan Jiwasraya, Harry Prasetyo mengatakan, kalau reksadana saham tersebut akan diluncurkan pada kuartal III tahun ini. Reksadana itu merupakan reksadana equity. Diluncurkannya reksadana equity ini, guna mencari peluang bagi IHSG yang terus merosot hingga akhir tahun, “Ya, kami luncurkan produk tersebut untuk cari peluang terkait melorotnya IHSG, jadi prospeknya masih bagus,"kata dia di Jakarta, Senin (26/8).

Saat kondisi makro yang tengah memburuk ini, ia menuturkan bahwa, ini adalah saatnya bagi investor untuk masuk dan membeli dititik terendah. Titik terendah IHSG diprediksi akan berada di 3800 sehinga menjadi saat yang tepat untuk masuk ke pasar karena IHSG sudah menyentuh level 4100.

Sementara itu, terkait stimulus The Fed kepada negara emerging market, perseroan melihat masih sangat mungkin akan membaiknya perekonomian, karena perekonomian global yang memburuk. Data-data perekonomian AS yang membaik tidak cukup untuk mengurangi stimulus The Fed.

Sebagai informasi, reksa dana berbasiskan saham dinilai menjadi instrumen investasi yang menjanjikan bagi investor dibandingkan tabungan dan deposito. Dengan minimal 10% dari penghasilan, investor sudah bisa mulai berinvestasi pada reksa dana saham yang secara rata-rata memberikan imbal hasil 20% per tahun.

Dengan imbal hasil 20% per tahun seseorang yang menempatkan dananya sebesar Rp15 juta misalnya, maka dalam jangka waktu lima tahun dapat memberikan tambahan keuntungan sebesar Rp61 juta. Sementara apabila disimpan di tabungan yang secara rata-rata memberikan bunga 1% per tahun maka jumlah uang yang disimpan hanya dapat bertambah Rp2,2 juta. (bani)