BEI Jatuhkan Sanksi Terhadap 26 Emtien

NERACA

Jakarta-Manajemen PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan telah memberikan sanksi berupa peringatan tertulis I kepada 26 perusahaan sepanjang semester pertama 2013. Pasalnya, sejumlah perusahaan tersebut tercatat tidak memenuhi kewajiban penyampaian laporan keuangan interim yang berakhir 30 Juni 2013 sesuai dengan batas waktu yang ditentukan. Informasi tersebut disampaikan Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Sektor Riil BEI, I Gede Nyoman Yetna, dan Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Sektor Jasa BEI, Umi Kulsum di Jakarta, Senin (19/8).

Disebutkan, dari 26 emiten tersebut, dua emiten terlambat menyampaikan laporan keuangan. Sedangkan 24 emiten lainnya tidak menyampaikan keterbukaan informasi terkait penyebab keterlambatan penyampaian laporan keuangan (dikenakan peringatan tertulis I).

Selain kepada 26 emiten tersebut, pihak otoritas mencatat juga memberikan sanksi tersebut kepada tiga perusahaan tercatat tidak memenuhi kewajiban penyampaian keterbukaan informasi akan menyampaikan laporan keuangan interim yang berakhir per 30 Juni 2013 yang ditelaah secara terbatas oleh akuntan publik sesuai dengan batas waktu yang ditentukan. Sementara satu perusahaan lainnya tidak memenuhi kewajiban penyampaian keterbukaan informasi akan menyampaikan laporan keuangan interim secara audited sesuai dengan batas waktu yang ditentukan.

Beberapa nama emiten yang mendapatkan sanksi peringatan tertulis pertama tersebut, yaitu PT Berlina Tbk (BRNA), PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (CEKA), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Keramika Indonesia Assosiasi Tbk (KIAS), PT Hanson International Tbk (MYRX), PT SMR Utama Tbk (SMRU), PT Sierad Produce Tbk (SIPD) dan PT Sumalindo Lestari Tbk (SULI).

Selain itu, PT Trias Sentosa Tbk (TRST), PT Bumi Citra Permai Tbk (BCIP), PT Electronic City Tbk (ECII), PT Inovisi Infracom Tbk (INVS), PT Permata Prima Sakti Tbk (TKGA), PT Citra Tubindo Tbk (CTBN), PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (ROTI), PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) dan PT Multi Prima Sejahtera Tbk (LPIN).

Di samping sejumlah emiten tersebut, pihak otoritas mencatat ada sebanyak 39 emiten akan menyampaikan laporan keuangan interim yang berakhir per 30 Juni 2013 yang ditelaah secara terbatas. Rinciannya, 36 emiten menyampaikan keterbukaan informasi secara tepat waktu, dan 3 emiten menyampaikan keterbukaan informasi melebihi batas waktu yang telah ditentukan (dikenakan peringatan tertulis I).

Sementara sebanyak 26 emiten lain akan menyampaikan laporan keuangan emiten secara audited per 30 Juni 2013 dengan rincian 25 emiten menyampaikan keterbukaan informasi secara tepat waktu dan 1 emiten menyampaikan keterbukaan informasi melebihi batas waktu yang telah ditentukan (dikenakan peringatan tertulis I). Dengan demikian, piahk otoritas mencatat total perusahaan yang belum menyampaikan laporan keuangan hingga semester pertama 2013 mencapai 91 perusahaan. (lia)

BERITA TERKAIT

Terus Tumbuh - Kontribusi Manufaktur Terhadap PDB Indonesia Capai 19,86%

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian aktif memacu pertumbuhan industri manufaktur nasional. Pada tahun 2018, pertumbuhan industri nonmigas tercatat sebesar 4,77…

Waspadai Fitnah Terhadap Kepala Negara

  Oleh : Adi Ginanjar, Peneliti di Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSISI) Menjelang Pemilu 2019, sentimen keagamaan cukup santer…

Saham Onix Capital Dalam Pengawasan BEI

Mengalami kenaikan harga saham di luar kewajaran atau unusual market activity (UMA), perdagangan saham PT Onix Capital Tbk (OCAP) masuk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kedawung Bukukan Laba Rp 76,76 Miliar

PT Kedawung Setia Industri Tbk (KDSI) pada akhir  Desember  2018 mencatatkan laba bersih Rp76,76 miliar  atau naik 11,32% dibanding periode yang sama…

Penjualan Wahana Pronatural Naik 33,11%

Sepanjang tahun 2018, PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO) mencatatkan penjualan sebesar Rp308,57 miliar pada 2018. Perolehan tersebut meningkat 33,11% dibandingkan dengan…

Kali Kedua Saham Onix Capital Disuspensi BEI

Lagi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menghentikan perdagangan saham PT Onix Capital Tbk (OCAP) akibat lonjakan harga. Ini adalah…