Bappenas Yakin Defisit RAPBN 2014 Lebih Rendah

NERACA

Jakarta - Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas), Armida Salsiah Alisjahbana, mengatakan bahwa pihaknya optimistis defisit pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2014 akan lebih rendah dari defisit pada APBN maupun APBN-P 2013.\"Pendapatan negara diperkirakan akan meningkat pada 2014. Kemudian, kami menyiapkan ruang fiskal yang lebih luas pada RAPBN 2014 sehingga defisitnya bisa lebih rendah dari APBN maupun APBN-P 2013,\" kata Armida di Jakarta, pekan lalu.

Menurut Armida, defisit yang semakin rendah itu dapat dicapai dengan meningkatkan penerimaan negara sebesar 10,7%.\"Saya rasa penerimaannya seperti biasa, antara lain dari pajak dan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Itu diperkirakan secara keseluruhan akan meningkat 10,7%. Selain itu, peningkatan belanja sekitar lima persen,\" ujarnya.Diajuga menilai perkiraan peningkatan pendapatan negara sebesar 10,7% realistis dengan mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi yang diharapkan mencapai 6,4% pada 2014.


\"Perkiraan itu tentunya telah melalui penghitungan dengan mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi yang diusulkan pemerintah sebesar 6,4% di tahun 2014,\" katanya.Terkait pencapaian pertumbuhan ekonomi 6,4% itu, dia mengatakan pemerintah akan berupaya untuk mendorong pertumbuhan dengan terus menjaga nilai konsumsi domestik.


\"Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 6,4% itu tentu ada upaya dari tiap sektoral. Selain itu, dari sisi konsumsi masyarakat dijaga agar tetap di atas lima persen,\" kata Armida.Dalam pidato Penyampaian Keterangan Pemerintah atas RUU tentang RAPBN 2014, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi pada tahun 2014 diharapkan mencapai 6,4%.


Selain itu, Presiden juga mengatakan dalam RAPBN tahun 2014 pendapatan negara direncanakan mencapai Rp1.662,5 triliun, atau meningkat sebesar 10,7% dari target pendapatan negara pada APBN-P tahun 2013 yang sebesar Rp1.502,0 triliun.Sementara itu, anggaran belanja negara direncanakan mencapai Rp1.816,7 triliun, atau naik 5,2% dari pagu belanja negara pada APBN-P Tahun 2013 yang sebesar Rp1.726,2 triliun. [ardi]

BERITA TERKAIT

Kebijakan Penanganan Covid 19 Harus Berbasis Riset

    NERACA   Jakarta - Kebijakan pemerintah dalam menangani wabah virus corona (Covid 19) yang telah menewaskan ratusan jiwa…

Upaya Advance Cegah Penyebaran Covid 19

    NERACA   Jakarta - Naiknya grafik jumlah kasus penyebaran virus corona di Indonesia kerap membuat resah masyarakat. Advance…

Berlakukan WFH, Bhinneka.com Pastikan Aktivitas Pengantaran Berjalan Terkendali

    NERACA   Jakarta - Demi mencegah meluasnya penyebaran COVID-19 di mana keselamatan karyawan menjadi prioritas Bhinneka.com. Kini Bhinneka.com…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Kebijakan Penanganan Covid 19 Harus Berbasis Riset

    NERACA   Jakarta - Kebijakan pemerintah dalam menangani wabah virus corona (Covid 19) yang telah menewaskan ratusan jiwa…

Upaya Advance Cegah Penyebaran Covid 19

    NERACA   Jakarta - Naiknya grafik jumlah kasus penyebaran virus corona di Indonesia kerap membuat resah masyarakat. Advance…

Berlakukan WFH, Bhinneka.com Pastikan Aktivitas Pengantaran Berjalan Terkendali

    NERACA   Jakarta - Demi mencegah meluasnya penyebaran COVID-19 di mana keselamatan karyawan menjadi prioritas Bhinneka.com. Kini Bhinneka.com…