Pawai Ramaikan Peringatan HUT ke 68 Kemerdekaan RI

Independence Day Run 2013

Sabtu, 31/08/2013

Setelah lama surut, semangat kebangsaan kini kembali tergambar melalui Pawai Independence Day Run, pawai ini pun tidak hanya memperlihatkan semangat cinta tanah air den kemeriahan HUT RI saja, lebih dari itu, pada pawai ini juga menggambarkan kekayaan kebudayaan Indonesia.

NERACA

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai Ketua Bidang III Bidang Seni dan Budaya Peringatan HUT ke 68 Kemerdekaan RI tahun 2013 dalam rangkaian kegiatannya menggelar Pawai Budaya Nusantara 2013 yang diselenggarakan dalam rangka memeriahkan HUT ke-68 Kemerdekaan RI. Ajang yang sempat tidak dilaksanakan selama 3 tahun ini dikarenakan pada tahun sebelumnya bersamaan dalam suasana bulan Ramadhan mengangkat temaBudaya sebagai Pemersatu Bangsa.

Tampilanpawai pada tahun ini dikemas dengan sangat meriah, yakni dalam bentuk pawai budaya dimana setiap Provinsi diminta menampilkan kreasi berbasis seni dan budaya bernuansa masa lalu, masa kini dan masa akan datang. Pawai Budaya Nusantara 2013 mempertunjukan pameran seni dan budaya 33 Provinsi dan 3 BUMN dengan melibatkan lebih kurang 4000 seniman. Diharapkan, acara ini dapat meningkatkan kecintaan masyarakat Indonesia terhadap bangsanya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu mengatakan, Indonesia sangat kaya akan kegiatan pawai budaya atau karnaval yang berlangsung di berbagai daerah. Tidak berlebihan bila Indonesia dikatakan sebagai “Negeri 1000 Karnaval” karena begitu banyak dan beragam kegiatan pawai dan karnaval dengan segala atribut, keunikan, dan tradisi masing-masing daerah yang tidak akan ditemui di tempat atau di negara lain.

Kontingen Gorontalo menggarap “Mopoyitohu Elengge,” suatu tradisi masyarakat agraris dalam menumbuk padi yang diekspresikan dengan ceria dan gembira. KontingenKalimantan Timurmenampilkan “Bening Hutan Wehea,” garapan tari yang menyerukan kesadaran akan hutan bagi kelangsungan bumi dan manusia. Sementara, Kontingen Papua Barat mempersembahkan “Tari Afo Refe, Engge dan Selawa,” yakni tiga tarian yang menggambarkan proses ritual pembelajaran tentang hal-hal yang bersifat sakral bagi anak laki-laki.

Kontingen ProvinsiMaluku Utara menyajikan “Tari Soya-Soya” yang menggambarkan semangat perjuangan melawan penjajah di masa lalu.Dalam perkembangannya, tarian ini difungsikan untuk penyambutan tamu. Sementara, Kontingen tuan Rumah DKI Jakarta menggarap “Saujana Jakarta”, suatu tradisi lokal Ondel-Ondel dipadu dengan karya pembauran tradisi lokal dan budaya Cina, dan Barat dalam bentuktari Betawi dan musik Tanjidor. Harmonisasi karya seni pertunjukan ini menggambarkan masyarakat Jakarta yang terbuka dan toleran akan perbedaan dan kemajemukan.

Pawai Budaya Nusantara merupakan stimulus bagi pelaksanaan pawai budaya serupa yang kerap kali diadakan oleh berbagai provinsi di Indonesia. Disini, setiap provinsi diharapkan menampilkan karya terbaiknya sehingga terjadi persaingan sehat yang menghasilkan tampilan kesenian yang terus meningkat.

Pawai Budaya Nusantara 2013 merupakan pesta rakyat Indonesia, dimana seluruh rakyat merayakan Hari Kemerdekaan R.I, maka selain penyelenggaraan pawai budaya, penyelenggara juga mengadakan berbagai lomba seperti Independence Day Run, Lomba Fotografi dan Lomba khas 17-an, serta pamaeran hasil kreasi berbagai UMKM dan komunitas.

Independence Day Run tahun ini digelar secara meriah, yakni dengan mengadakan lomba lari dengan jarak 17 Km dan 8 Km, yang diikuti oleh 45.000 peserta. Event ini diselenggarakan di Jakarta pada pagi Minggu lalu, tepat di rutecar free day. Pada hari yang sama, panitia telah menyiapkan berbagai acara di titik akhir lomba lari yaitu di Silang Barat Daya Monas, antara lain bazar, ragam kuliner serta berbagai permainan anak.