Laba Salim Invomas Turun 84,28%

Hingga semester pertama 2013, PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 84,28% menjadi Rp107,83 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp686,16 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (15/8).

Sementara laba turun diikuti penjualan bersih turun 7,52% menjadi Rp6,45 triliun pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp6,97 triliun. Beban pokok penjualan perseroan naik menjadi Rp5,42 triliun pada Juni 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp4,92 triliun. Laba bruto perseroan turun dari Rp2,05 triliun pada semester pertama 2012 menjadi Rp1,03 triliun pada semester pertama 2013.

Beban penjualan dan distribusi perseroan naik menjadi Rp215,94 miliar pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp192,34 miliar. Beban umum dan administrasi perseroan naik menjadi Rp452,37 miliar pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp433,07 miliar. Pendapatan operasi lain perseroan turun menjadi Rp162,59 miliar pada Juni 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp75,69 miliar. Laba usaha perseroan pun turun menjadi Rp398,75 miliar pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp1,38 triliun.

Laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun menjadi 7 pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya 43. Total liabilitas perseroan naik menjadi Rp11,37 triliun pada 30 Juni 2013 dari posisi 31 Desember 2012 senilai Rp10,48 triliun. Ekuitas perseroan turun menjadi Rp15,65 triliun pada 30 Juni 2013 dari posisi 31 Desember 2012 senilai Rp16,09 triliun. Kas dan setara kas perseroan turun menjadi Rp2,28 triliun pada 30 Juni 2013 dari 31 Desember 2012 senilai Rp3,44 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

Mega Manunggal Targetkan Laba Rp 200 Miliar - Proyeksi Kinerja 2018

NERACA Jakarta - PT Mega Manunggal Properti Tbk (MMLP) akan membangun dua sampai tiga gudang di tahun depan. Dengan begitu perusahaan ini…

Dyandra Targetkan Laba Rp 43 Miliar di 2018 - Masih Mengandalkan Bisnis Organizer

NERACA Jakarta – Selalu mematok pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi dari tahun ke tahun, terus konsisten dilakukan PT Dyandra Media…

Laba MAP Boga Adiperkasa Susut 34,19% - Beban Pokok Penjualan Naik

NERACA Jakarta – Meskipun performance penjualan PT MAP Boga Adiperkasa Tbk (MAPB) hingga kuartal tiga tahun ini tumbuh 15,46% year…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pasok Permintaan PLN - DWGL Kejar Produksi 8 Juta Ton Batu Bara

NERACA Jakarta – Resmi mencatatkan saham perdananya di pasar modal pada perdagangan Rabu (13/12), PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL)…

Samindo Anggarkan Capex US$ 13,8 Juta

NERACA Jakrta - Tahun depan, PT Samindo Resources Tbk (MYOH) perusahaan penyedia jasa pertambangan batu mengalokasikan capex sebesar US$ 13,8…

Permintaan Ban TBR Meningkat - GJTL Genjot Produksi Jadi 3.500 Ban Perhari

NERACA Jakarta - Mengandalkan pasar ekspor dalam menggenjot pertumbuhan penjualan, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) terus meningkatkan kapasitas produksi dan…