Bergerak Fluktuatif, IHSG Diklaim Masih Positif

Jumat, 16/08/2013

NERACA

Jakarta- Meski diterpa sentimen negatif dari kondisi makro global dan dalam negeri, pihak otoritas bursa efek meyakini fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merupakan dinamika pasar modal. IHSG tercatat mengalami kenaikan sebesar 8,87%, dari 4.316,687 pada akhir tahun 2012 menjadi 4.699,733 pada 14 Agustus 2013.“Nilai kapitalisasi pasar saham juga mengalami peningkatan sebesar 12,79 persen dari Rp4.127 triliun pada akhir pada Desember 2012 menjadi Rp4.655 triliun pada 14 Agustus 2013,” kata Direktur Utama BEI, Ito Warsito di Jakarta, Kamis (15/8).

Meningkatnya kapitalisasi pasar tersebut, menurut Ito didorong oleh naiknya harga saham dan masuknya emiten baru. Pihaknya mencatat, ada sebanyak 12 calon emiten yang sedang dalam proses. Sementara, sepanjang 2013 ini ada sebanyak 24 perusahaan yang telah mencatatkan sahamnya dengan total emisi sekitar Rp12,79 triliun. Sejumlah perusahaan yang listing tersebut antara lain PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM), PT Saraswati Griya Lestari Tbk (HOTL), dan PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME).

PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk (MAGP), PT Trans Power Marine Tbk (TPMA), PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP), PT Dyandra Media International Tbk (DYAN), PT Austindo Nusantara Jaya Tbk(ANJT), PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU), PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX).

Selain itu, PT Apexindo Pratama Duta (APEX) (relisting), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), PT Acset Indonusa Tbk (ACST), dan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG). PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA), PT Semen Indonesia Tbk (SMBR), PT Electronic City Indonesia (ECII), PT Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD), PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), PT Victoria Investama Tbk (VICO), PT Cipaganti Citra Graha Tbk (CPGT), PT Bank Mintraniaga Tbk (NAGA), PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS).

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawasan Pasar Modal, OJK, Nurhaida mengatakan perbandingan indeks beberapa bursa di negara regional, Indonesia berada di posisi ke enam pertumbuhan indeksnya setelah Jepang, China, Fhilipina, Australia, Malaysia.

Dirinya menjelaskan, indeks Jepang mengalami pertumbuhan 33,40%, China sebesar 15,18%, Philipina sebesar 11,83%, Australia 8,87%, dan Malaysia sebesar 7.19%. “Kesemua ini pada periode 2 Januari sampai 13 Agustus tahun ini,” ucap Nurhaida.

Untuk meningkatkan likuiditas di pasar modal, sambung dia, OJK berencana mengundang sebanyak 100 perusahaan di Jakarta untuk mendorong perusahaan-perusahaan tersebut go public. Termasuk juga yang berada di wilayah Surabaya dan Makassar. “Yang memenuhi syarat mungkin lebih. Namun, ini kita lakukan secara bertahap.” ucapnya.

Di samping itu, pihaknya juga akan memperluas basis investor domestik dan pengembangan pasar obligasi. Untuk perluasan basis investor, sambung dia, yaitu melalui penerapan E-channel dalam industri pengelolaan investasi dengan mempersiapkan landasan hukum transaksi elektronik reksa dana.

(lia)