Aksi Beli Saham Oversold Topang IHSG Menguat

Rabu, 14/08/2013

NERACA

Jakarta- Setelah euforia kenaikan saham-saham mining mulai berkurang, pemburuan saham-saham konsumer oleh pelaku pasar yang telah tertekan sebelumnya dan beberapa saham di sektor manufaktur dan perdagangan dinilai menolong laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak positif. Alhasil, IHSG menyentuh level 4652,30 pada perdagangan kemarin yang dinilai merupakan langkah yang cukup positif bagi IHSG untuk dapat memperbaiki lajunya.

Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada mengatakan dukungan aksi beli besar pada saham- saham yang berada di area oversold diharapkan dapat mempertahankan laju IHSG. “Kombinasi yang pas dari positifnya bursa saham Asia, diikuti oleh pembukaan pasar saham Eropa yang juga positif, dan stabilnya rilis data-data ekonomi Asia-Eropa membuat IHSG hinggap di jalur hijau.” katanya di Jakarta, Selasa (13/8).

Meskipun laju bursa saham Amerika dan Eropa variatif cenderung melemah tipis, IHSG memilih untuk bergerak seirama dengan bursa saham Asia yang mengalami penguatan. Tidak terkecuali Nikkei yang tengah didera sentimen negatif dari penurunan GDP-nya. Oleh karena itu, menambah semangat IHSG untuk ikut menguat (rebound).

Dirinya memproyeksikan, IHSG akan berada pada support 4564-4621 dan resistance 4665-4672. “Berpola menyerupai bullish engulfing meski cenderung sideways pada middle bollinger bands (MBB). MACD masih menipis dengan histogram positif yang mendatar. RSI, William\'s %R, dan Stochastic mencoba kembali upreversal dari area oversold.” jelasnya.

Dalam kondisi ini, sambung dia, pelaku pasar dapat mempertimbangkan beberapa saham antara lain PT AKR Corporindo (AKRA), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) untuk menerapkan strategi trading buy pada perdagangan Rabu (13/8).

Dia menyebutkan, trading buy pada saham AKR dapat dilakukan dengan proyeksi harga saham pada rentang support 4700-4750 dan resistance 4875-4925, dengan pola three white soldier lewati middle bollinger bands (MBB). Untuk saham BBCA ditargetkan berada pada rentang support 10150-10350 dan resistance 10850-10950 dengan pola white marubozu. RSI upreversal.

Sementara untuk saham BSDE ditaksir akan bergerak di kisaran 1540-1580 sebagai target support-nya dan resistance di level 1670-1680 dengan pola three inside up lewati MBB. Adapun penerapan strategi trading buy pada saham INDF dipertimbangkan dengan pergerakan harga saham pada kisaran support 6700-6850 dan resistance di level 6950-7050, “Bullish harami dekati middle bollinger bands.” ujarnya.

Selain saham-saham tersebut, pelaku pasar juga dapat mencermati saham JSMR, BBTN, ASRI, ANTM, MAPI, dan MAIN. Sekadar catatan, IHSG mampu berakhir di 4.652,30 setelah menguat 1,1% atau 54,6 poin pada perdagangan kemarin. Volume perdagangan tercatat mencapai 3,6 miliar saham senilai Rp4,9 triliun. Sebanyak 167 saham menguat, 96 saham melemah dan 73 saham stagnan.

Indeks bergerak kuat di area positif sejak awal perdagangan dengan level tertingginya di level 4.652 dan terendah di level 4.597,18. Saham sektor properti tercatat menguat 2,7% disusul saham sektor konsumen 2,4%. Sementara saham sektor perkebunan melemah hingga 2,9%. Indeks LQ45 tercatat naik 1,6%, indeks JII naik 1,6% dan indeks ISSI lebih tinggi 1,2%. Indeks SMinfra18 juga tercatat menguat 0,1% dan IDX30 lebih tinggi 1,6%.