CMNP Terbitkan Rights Issue Rp 5,5 Triliun

Senin, 12/08/2013

Guna perkuat modal dalam pengembangan bisnis jalan tol, PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) berencana menerbitkan penawaran umum terbatas atau right issue pada tahun 2014 mendatang. Dana yang diincar perseroan dari aksi ini ditaksir mencapai 5 triliun rupiah.

Kata Direktur Keuangan Citra Marga Nusaphala Persada, Indrawan Sumantri, saat ini perseroan sedang menunggu persetujuan dari pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham yang akan digelar semester dua tahun ini, “Nantinya dana rights issue akan digunakan untuk pelebaran ruas tol Jakarta Intra Urbans Toll (JIUT) di hampir seluruh ruas tol milik Citra Marga, “ujarnya di Jakarta kemarin.

Dia juga menambahkan, selain dari rencana penawaran umum terbatas, perseroan juga akan mendapatkan dana landscaping dari pemerintah sebesar Rp 1,2 triliun. Menurutnya, aksi korporasi ini akan dilakukan tahun depan dengan kebutuhan dana sekitar Rp 5 triliun yang akan didanai melalui penerbitan right issue. Terkait pelebaran ruas JIUT ini dengan pemerintah, dilakukan karena tingkat trafficterus meningkat. Tercatat pada bulan April lalu sudah mencapai 590 ribu kendaraan.

Kemudian dengan penerbitan surat utang, Indrawan mengungkapkan, perseroan menunda penerbitan obligasi senilai Rp 1,2 triliun yang rencananya terbit bulan November tahun ini. Pada tahun ini, Citra Marga akan fokus pada tiga proyek pembangunan jalan tol, yakni untuk ruas tol Depok-Antasari, Serpong- Balaraja dan pelebaran JIUT. Perseroan siap menyuntikkan dana sebesar Rp 580 miliar untuk pembangunan tahap 1 ketiga proyek ini.

Indrawan menambahkan, kemungkinan besar dana belanja modal tahun ini akan banyak diserap untuk proyek ruas tol Depok – Antasari. “Kebutuhan dana tahun ini cukup, karena nanti masih ada dana landscaping dari pemerintah 1,2 triliun rupiah,” tambahnya.

Hingga bulan Maret tahun ini, perseroan masih memiliki kas sekitar Rp 1,5 triliun dan masih memiliki sisa dana dari aksi non HMETD sekitar Rp 350 miliar, ditambah dengan rencana penerbitan obligasi sekitar Rp 1,2 triliun rupiah dan right issue.

Sebagai informasi, sepanjang semester pertama tahun ini laba bersih perseroan turun 5,18% menjadi Rp 201,38 miliar, dibandingkan laba bersih di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 212,19 miliar. (bani)