Dana di Pasar Modal Capai Rp33 Triliun

Senin, 12/08/2013

NERACA

Jakarta- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat dana yang diraih pasar modal hingga awal Agustus 2013 mencapai Rp33 triliun. Disebutkan, dari penawaran perdana saham, pihak otoritas mencatat senilai Rp12,78 triliun, penawaran umum terbatas/PUT (rights issue) Rp18,20 triliun, dan waran senilai Rp2,02 triliun.

Maraknya penerbitan obligasi korporasi juga ikut menyumbang terhadap kinerja pasar modal tahun ini dengan perolehan dana mencapai Rp31,14 triliun. Pihak otoritas mencatat ada lima perusahaan yang tengah memproses izin penerbitan obligasi korporasi pada semester kedua 2013, “Diperkirakan emiten tersebut akan mencatatkan obligasi di periode Agustus-Oktober 2013 dengan nilai emisi sekitar Rp5,7 triliun,” kata Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Hoesen di Jakarta pekan lalu.

Dirinya menyebutkan, kelima perusahaan tersebut antara lain PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Duta Anggada Realty Tbk (DART), PT Profesional Telekomunikasi Indonesia, PT Surya Artha Nusantara Finance, dan PT Ciputra Residence. Dengan penambahan lima emiten ini total emisi obligasi pada 2013 ditaksir mencapai Rp50 triliun. Selain penerbitan obligasi, menurut dia, ada delapan perusahaan yang akan melakukan Penawaran Umum Saham Perdana (Initial Public Offering/IPO) pada semester kedua tahun ini, “Ada delapan perusahaan di semester kedua, itu yang baru masuk di pipeline,” jelasnya.

Perusahaan yang tercatat akan menawarkan sahamnya tersebut antara lain PT Puraradelata Lestasi, PT Sido Muncul, PT Grand Kartech, PT Arita Prima, PT Bank Indeks Selindo, PT Link Net, PT Siloam International Hospital, PT Andira Agro. Dengan penambahan perusahaan tersebut maka total emiten di tahun 2013 akan menjadi 32 emiten yang artinya melebihi target awal BEI sebanyak 30 perusahaan.

Sementara sepanjang semester pertama 2013, BEI mencatat sebanyak 24 perusahaan yang telah mencatatkan sahamnya dengan total emisi sekitar Rp12,79 triliun. Sejumlah perusahaan yang listing tersebut antara lain PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM), PT Saraswati Griya Lestari Tbk (HOTL), dan PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME).

PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk (MAGP), PT Trans Power Marine Tbk (TPMA), PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP), PT Dyandra Media International Tbk (DYAN), PT Austindo Nusantara Jaya Tbk(ANJT), PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU), PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX).

Selain itu, PT Apexindo Pratama Duta (APEX) (relisting), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), PT Acset Indonusa Tbk (ACST), dan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG). PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA), PT Semen Indonesia Tbk (SMBR), PT Electronic City Indonesia (ECII), PT Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD), PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), PT Victoria Investama Tbk (VICO), PT Cipaganti Citra Graha Tbk (CPGT), PT Bank Mintraniaga Tbk (NAGA), PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS). (lia)