Mamin Indonesia Diyakini Tembus Supermarket Australia - Dari Pameran ITPC Di Sydney

NERACA

Sydney--Produk Makanan dan Minuman (Mamin) Indonesia segera menembus supermarket-supermarket besar di Australia. Hal ini terlihat dari besarnya animo para pengusaha Australia yang ingin melakukan pemesanan (trial order) terhadap berbagai produk makanan dan minuman Indonesia dalam Pameran Good Food & Wine Show. Adapun kegiatan ini kerjasama Konsulat Jenderal Republik Indonesia dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Sydney, sejak 1-3 Juli 2011 di Sydney Exhibition and Convention Center.

Bukan hanya itu, malah dalam pameran ini, setidaknya terdapat beberapa perusahaan importir/distributor makanan dan minuman Australia tekah menyatakan minatnya untuk melakukan kesepakatan lebih lanjut. Kegiatan pameran ini boleh dikatakan terbesar di bidang makanan dan minuman di Australia. Karena dikunjungi sekitar 135.000 pengunjung.

Dalam kesempatan ini, Indonesia menampilkan beragam produk makanan dan minuman berupa biscuit, snack, confectionary, basic food, beverage (PT. Garuda Food Putra Putri Jaya), cocoa dan chocolate (PT. Wahana Interfood Nusantara), agar-agar (PT. Dunia Bintang Walet) dan crackers, drinks, essence, flour, noodle, spices, sweets (Eastern Cross Trading Co.).

Dampak positif lainnya dari pameran ini, adalah terbukanya jaringan pemasaran produk makanan dan minuman Indonesia di supermarket-supermarket besar di Australia, seperti Coles, Woolworths, maupun distributor-distributor yang tertarik seperti D’licious Drinks, Angeles Fine Foods, Well & Good maupun ke grocery Asian stores lainnya di Australia yang kebanyakan dijalankan oleh warga keturunan Asia.

Menurut Australian Food and Grocery Council (AFGC), industri manufaktur makanan dan minuman di Australia merupakan salah satu industri dengan kontribusi utama bagi perekonomian Australia (yang mana menghasilkan penjualan dan pendapatan per tahunnya sebesar AUS$ 100 miliar). Pasar retail makanan dan minuman di Australia didominasi oleh supermarket-supermarket besar seperti Coles dan Woolworths yang menguasai sekitar 72% pangsa pasar retail grocery, sedangkan sisanya dikuasai oleh IGA-Independent Grocers of Australia, Metcash, Aldi, Australian United Retailers, Franklins dan SPAR Australia.

Tren yang berkembang saat ini adalah adanya kekhawatiran akan obesitas dan masalah kesehatan lainnya yang mana hal ini mensyaratkan atas produk makanan dan minuman yang segar, sehat dan alami. Diperkirakan bahwa industri produk makanan dan minuman organik di Australia akan meningkat sebesar 10-30% karena saat ini terdapat kecenderungan permintaan produk organik melebihi penawaran. **iwan

BERITA TERKAIT

Konsumsi BBM Honda Mobilio Tembus 24,1 Km/Liter

Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) Honda Mobilio menembus 24,1 km/liter dalam ajang lomba efisiensi yang diikuti komunitas, calon pembeli, dan…

Berbagai Macam Khasiat dari Bawang Putih

Memasuki musim hujan, tubuh menjadi lebih mudah terserang penyakit. Cuaca dingin juga akan memungkinkan kita untuk terserang flu.Berbagai cara pun…

Indomilk Bantu Sarana Inspirasi di 50 Sekolah - Ajak Anak Indonesia Berprestasi

Menggali potensi yang dimiliki para siswa berprestasi di Indonesia agar bisa unjuk gigi di mata dunia, PT Indolakto, anak perusahaan…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Tingkatkan Kualitas Produk Lokal - Kemenperin Fasilitasi Standar Pengemasan IKM

NERACA Jakarta – Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih terus memacu industri kecil dan menengah (IKM)…

Industri Kecil dan Menengah - Pemerintah Pacu Daya Saing IKM Lewat Platform Digital E-Smart

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian semakin gencar memacu pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) nasional agar memanfaatkan platform digital e-Smart…

Akuakultur - KKP Realisasikan Asuransi Untuk Pembudidaya Ikan Kecil

NERACA Jakarta- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merealisasikan program Asuransi Perikanan bagi pembudidaya ikan kecil. Program tersebut merupakan kerjasama antara…