Memilih Desain Atap Rumah

Sabtu, 24/08/2013

Banyangkan bila rumah kita tidak memiliki tutupan atau atap? Betapa tidak bergunanya rumah kita tentunya. Karena, Atap rumah merupakan bagian dari bangunan yang memiliki fungsi sangat vital. Atap memiliki fungsi sebagai penutup atau pelindung bangunan dari panas terik matahari dan hujan sehingga memberikan kenyamanan bagi pengguna bangunan. Atap rumah merupakan bagian penting pada konstruksi bangunan rumah karena berada diatas untuk menutupi seluruh bagian bangunan.

Konstruksi atau struktur atap pada umumnya terdiri dari tiga bagian utama yaitu : struktur penutup atap, gording dan rangka kuda-kuda. Beberapa bentuk desain atap rumah yang dapat digunakan sebagai referensi ketika anda akan membangun rumah, antara lain:

Bentuk Atap Pelana

Atap ini merupakan bentuk atap rumah yang dianggap paling aman karena pemeliharaannya mudah dalam hal mendeteksi apabila terjadi kebocoran. Atap pelana terdiri atas dua bidang miring yang ujung atasnya bertemu pada satu garis lurus yang biasa kita sebut bubungan. Sudut kemiringan antara 30 s/d 45 derajat.

Bentuk Atap Perisai (Limasan)

Bentuk atap ini penyempurnaan dari bentuk atap pelana, yang terdiri atas dua bidang atap miring yang berbentuk trapezium. Dua bidang atapnya berbentuk segi tiga dengan kemiringan yang biasanya sama.

Bentuk Atap Kombinasi Pelana+Perisai

Bentuk atap ini adalah kombinasi atau gabungan dari atap jenis pelana dan perisai (limasan). Ada yang juga menyebut jenis atap ini sebagai atap tenda patah atau atap joglo.

Bentuk Atap Datar

Modelnya bidang datar memanjang horizontal biasanya dipakai untuk atap teras. Atau bahkan digunakan untuk membuat taman di atas rumah. Atap bentuk ini paling susah perawatannya terutama dalam masalah mendeteksi kebocoran. Yang perlu diperhatikan dalam merencana atap ini adalah memperhitungkan ruang sirkulasi udara di bawahnya supaya suhu ruangan tidak terlalu panas.

Bentuk Atap Sandar

Atap sandar atau yang biasa disebut atap tempel karena bagian tepi atasnya bersandar atau menempel pada dinding bangunan (kantilever). Bangunan dengan atap rumah sandar umumnya adalah atap pada bangunan tambahan.

Jenis Dan Bahan Penutup Atap

Ada sejumlah bahan dan jenis yang biasanya digunakan untuk material penutup atap rumah. Dalam memilih berbagai jenis material penutup atap, sebaiknya disesuaikan dengan fungsi, desain rumah, serta kondisi Anda. Bahan-bahan yang biasa digunakan untuk menutup atap itu antara lain Genteng, Genteng adalah salah satu jenis atap berbahan baku tanah liat, beton, metal atau seng, serat fiber semen atau asbes, kaca.

Selain genteng, Sirap juga salah satu bahan yang sering digunakan untuk atap rumah. Sirap ialah papan kayu dengan ukuran tertentu yang ditata sedemikian rupa sehingga atap rumah dapat berfungsi dengan baik, atap sirap ini mampu menyerap panas matahari dengan baik sehingga membuat rumah menjadi sejuk untuk dihuni, jenis kayu yang baik untuk digunaka sebagai atap sirap adalah kayu ulin. Selain itu ada Rumbia, Ijuk, Genteng Aspal, Beton Bertulang, Polycarbonate, PVC, Aluminium, Seng (Metal Bergelombang).