Pendapatan PTPP Capai Rp4,17 Triliun

Jumat, 02/08/2013

NERACA

Jakarta-PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan laba bersih naik menjadi Rp143,4 miliar pada semester pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp64,8 miliar. Kenaikan laba bersih ini ditopang kenaikan pendapatan sebesar Rp4,17 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp2,02 triliun.

Informasi tersebut disampaikan manajemen perseroan dalam keterangan yang diterbitkan di Jakarta, Kamis (1/8). Disebutkan, pendapatan tersebut disumbang dari beberapa proyek seperti proyek EPC PLTGU Tanjung Uncang dan PLTU Duri Riau, pelabuhan Kalibaru, Bandara Kuala Namu, Tol Semarang Bawen, jalan Donggi Senoro, dan proyek milik swasta. Termasuk kontribusi dari anak perusahaan bidang industri pabri precast concrete yang juga telah menyumbang terhadap kinerja perseroan.

Tercatat, perseroan akan menggarap sejumlah proyek besar antara lain Pelabuhan Krakatau Bandar Samudra-Cilegon, Apartemen Nifaro, St Moritz, The Kencana, Jalan Tol Cikampek-Palimanan, Jalan Tol Gempol – Pandaan, Tunjungan Plaza V Surabaya, Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta Cengkareng, Rel kereta api di daerah Sumatera Selatan milik PT KAI, Infrastructure PLTU 300 MW Sarulla di Sumatera Utara, Apartemen Intermark Banten serta proyek EPC PLTGU 120 MW Tanjung Uncang, PLTG 160 MW Bangkanai dan CNG Muara Tawar.

Hingga semester pertama 2013, perusahaan konstruksi dan investasi ini mencatat telah mengantongi kontrak baru sebesar Rp9,5 triliun hingga semester pertama 2013 atau naik 2,5 kali dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dengan perolehan kontrak baru ini maka order book hingga Juni 2013 mencapai Rp 25,3 Triliun. “Perolehan ini hampir 50% terhadap target kontrak baru tahun ini yang sebesar Rp 19,7 triliun” kata Sekretaris Perusahaan PTPP, Betty Ariana.

Kontrak Baru

Targetnya, perseroan dapat meraih pendapatan sebesar Rp 10,2 triliun serta laba bersih sebesar Rp 370 Milliar yang disumbang dari lima bidang bisnis perseroan yaitu konstruksi, properti, EPC, investasi dan Produksi Precast concrete. Rencananya, pada akhir tahun ini perseroan akan memulai pengembangan cadangan lahan (landbank) di sektor properti. Pengembangan landbank yang dilakukan yaitu berupa pengembangan mixed use di atas lahan seluas 4 hektare di Surabaya serta lahan seluas 20 hektare di Jakarta. Melalui pengembangan lahan tersebut, perseroan menargetkan dapat membidik kalangan menengah ke atas (middle up).

Selain itu perseroan juga akan memperluas pasar keluar negeri, di Timor Leste saat ini sedang melaksanakan beberapa proyek antara lain Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Likuisa, Jalan Gleno Tibar, dengan total nilai kontrak sekitar Rp 1 triliun, disamping juga sedang membidik beberapa proyek infrastruktur senilai lebih dari Rp 3triliun. Untuk menangkap peluang pembangunan infrastruktur di Timor Leste, perseroan juga telah membuka kantor Perwakilan di Dilli-Timor Leste.

Asal tahu saja, dalam lima tahun ke depan bisnis perseroan ditargetkan tumbuh sebesar 24% yang akan ditopang dari dua tempat pembangunan yang sedang dikerjakan, yaitu di Surabaya dan Kalimalang. Di Surabaya sendiri perseroan sedang membangun hotel, apartemen, perkantoran, commercial center dan ruko. Ruko di Surabaya pun tercatat telah terjual habis dan apartemennya telah 50% terjual, “Karena ruko sold out dan apartemen kita sudah 50% terjual, inilah yang menjadi sumber dana kita, dari pembeli,” jelasnya. (lia)