Transaksi Melalui ATM Bersama Naik 24%

Hingga Juni 2013

Kamis, 01/08/2013

NERACA

Jakarta - PT Artajasa Pembayaran Elektronis, pengelola jaringan ATM Bersama, mencatat sekitar 86 juta transaksi yang dilakukan nasabah melalui jaringan ATM Bersama sepanjang semester I 2013, atau tumbuh 24% dibandingkan jumlah transaksi pada semester I 2012 yang mencapai sekitar 65 juta transaksi.

"Sepanjang bulan Januari hingga Juni 2013, transaksi pada jaringan ATM Bersama telah mencapai lebih dari 86 juta transaksi. Itu merupakan jenis transaksi standard seperti tarik tunai dan transfer. Namun tidak termasuk online payment, seperti pembayaran asuransi dan listrik melalui ATM," kata Vice President Financial Service Artajasa Warse Widyati di Jakarta, Rabu (31/7).

Sementara itu, kata dia, untuk layanan online payment pada semester I 2013 mencapai hampir 100 juta transaksi, atau meningkat sekitar 30% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 77 juta transaksi. Warse berpendapat peningkatan jumlah transaksi itu menunjukkan bahwa masyarakat mampu memanfaatkan layanan sistem pembayaran elektronik sebagai bagian dari kebutuhan transaksional.

"Tentunya diharapkan peningkatan transaksi online tersebut akan terus tumbuh hingga menuju pada tercapainya masyarakat yang disebut less cash society," katanya. Dalam kesempatan itu, PT Artajasa Pembayaran Elektronis juga mengumumkan bahwa pihaknya telah mencatat 20 ribu transaksi transfer antarpengelola atau prinsipal sistem pembayaran elektronik melalui jaringan ATM Bersama selama periode 15 hingga 29 Juli 2013.

"Tercatat mulai dari 15 Juli sampai 29 Juli 2013, transaksi layanan transfer antar prinsipal yang melalui jaringan ATM Bersama mampu mencapai lebih dari 20 ribu transaksi," kata Direktur Utama Artajasa, Arya Damar. Dia menjelaskan bahwa tingginya kebutuhan transfer dana antarbank dalam masyarakat telah mendorong lahirnya layanan transfer antarprinsipal yang diinisiasi oleh Bank Indonesia (BI), sehingga pada 6 Mei 2013 tiga prinsipal sistem pembayaran di Indonesia melakukan kerjasama untuk menyediakan layanan transaksi antarjaringan bagi nasabah.

Ketiga prinsipal itu adalah pengelola jaringan ATM Alto PT Alto Network, pengelola jaringan ATM Bersama PT Artajasa Pembayaran Elektronis, dan pengelola jaringan ATM Prima PT Rintis Sejahtera. Menurut Arya, sejak dilakukannya penandatanganan nota kesepahaman layanan transfer antar prinsipal pada 6 Mei 2013, perkembangan layanan transfer antar jaringan pembayaran elektronik terus mendapat dukungan positif dari kalangan perbankan.

"Sejak resmi beroperasi pada 15 Juli 2013, sebagian besar nasabah bank sudah dapat memanfaatkan layanan transaksi elektronik yang tergabung dalam prinsipal-prinsipal tersebut," ujarnya. Dia mengatakan saat ini sebanyak 103 bank dan lembaga selain bank sudah tergabung dalam sistem ketiga jaringan pembayaran elektronik tersebut.

Pada kesempatan itu, dia juga menyampaikan bahwa hingga akhir Juni 2013 ada 49.630 ATM yang tergabung dalam jaringan ATM Bersama. Saat ini ATM Bersama telah memiliki anggota 83 institusi, yang terdiri dari bank pemerintah, bank swasta nasional, bank asing, Bank Pembangunan Daerah (BPD) seluruh Indonesia, Bank Perkereditan Rakyat (BPR), dan Lembaga Selain Bank. [ardi]