Hotel Sahid Bukukan Laba Rp 7,55 Miliar

NERACA

Jakarta - PT Hotel Sahid Jaya Internasional Tbk (SHID) berhasil menaikan laba sebesar 11,75% atau mencapai Rp7,55 miliar pada semester pertama tahun ini dari periode yang sama tahun lalu senilai Rp6,66 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (31/7).

Disebutkan, perseroan juga berhasil membukukan kenaikan pendapatan mencapai Rp93,76 miliar hingga semester 1 tahun ini dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp82,84 miliar. Sementara beban pokok penjualan sebesar Rp29,10 dan laba kotor menjadi Rp64,66 miliar.

Peningkatan juga terjadi pada liabilitas perseroan yang merangkak naik 23,13% menjadi Rp497,09 miliar. Namun ekuitas perseroan hanya tumbuh 0,82% menjadi Rp929,91 miliar. Total aset yang dimiliki perseroan hingga semester pertama tahun ini mencapai Rp1,42 triliun, naik tipis dari sebelumnya Rp1,30 triliun per 31 Desember 2012.

Sementara itu, Direktur Utama PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) Hariyadi Sukamdani pernah bilang, Sahid Group pada semester dua tahun ini akan membangun condotel, apartemen dan hotel dengan nilai investasi mencapai Rp1 triliun.“Pembangunan hotel berlokasi di pulau Bintan, kepulauan Riau dengan lahan seluas 51 hektar. Rencananya perseroan akan membangun empat hotel dan dinamakan Sahid Beach Resort, investasinya Rp110 miliar, dengan total kamar 1.400 kamar,”ujarnya.

Sementara untuk investasi condotel sebesar Rp300 miliar dan akan dibangun di wilayah Surabaya. Untuk wilayah Semarang nilai investasinya masih diperhitungkan perseroan. Condotel di Surabaya akan memiliki 550 unit dengan lahan 5.000 meter persegi. Sedangkan yang di Semarang ada 400 unit dengan lahan seluas 3.200 meter persegi. “Proyek pembangunan apartemen nantinya akan terletak di daerah Ciracas dan perseroan akan mengucurkan dana sebesar Rp200 miliar. Diperkirakan apartemen tersebut akan berkapasitas 600 unit dengan luas lahannya 1,2 hektar”, jelas dia.

Selain itu, PT Sahid International Hotel Management & Consultant juga berencana ekspansi pada hotel bintang II, salah satunya dengan membangun Griyadi di Surabaya tahun ini. Griyadi sendiri adalah hotel bujet yang dimiliki Sahid Group sejak 1992. Menurut dia, perseroan telah lama memiliki hotel bujet tersebut dan lima tahun ke depan telah menargetkan menambah 100 hotel serupa. Salah satu hotel bujet akan mulai dibangun di Surabaya Oktober mendatang dengan pembangunan tahap pertama sebanyak 76 kamar dan menjadi 250 kamar pada akhir 2014. Lokasi hotel sendiri masih berada di kawasan Sahid Hotel Surabaya yang telah berdiri saat ini. “Karena market untuk pasar bujet cukup besar, sehingga kami targetkan bisa miliki 10.000 kamar untuk tipe tersebut dalam lima tahun ke depan,” tambahnya. (nurul)

BERITA TERKAIT

KMTR Bidik Rp 583 Miliar dari Rights Issue

Perkuat modal dalam pengembangan bisnisnya, PT Kirana Megatara Tbk (KMTR) berencana melakukan penambahan modal dengan skema Hak Memesan Efek Terlebih…

Gelar Private Placement - J Resource Asia Bidik Dana Rp 534,49 Miliar

NERACA Jakarta – Danai eksplorasi untuk menggenjot produksi tambang emas lebih besar lagi, PT J Resource Asia Pasifik Tbk (PSAB)…

Jelang Imlek, Hotel di Singkawang Nyaris Penuh

Jelang perayaan Imlek dan Cap Go Meh, yang notabene masih tiga pekan lagi, hotel-hotel di Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Dua Putra Utama Terkoreksi 57,96%

Emiten perikanan, PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) laba bersih di kuartal tiga 2018 kemarin sebesar Rp35,9 miliar atau turun…

BEI Suspensi Saham BDMN dan BBNP

PT  Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara waktu perdagangan dua saham perbankan yang direncanakan akan melakukan merger usaha pada perdagangan…

Chandra Asri Investasi di Panel Surya

Kembangkan energi terbarukan yang ramah lingkungan dalam operasional perusahaan, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) menggandeng Total Solar untuk menghasilkan…