Asah Kreativitas Anak Sejak Dini - Sukses di Masa Depan

Pentingnya kreativitas dalam mempengaruhi kesuksesan anak di masa mendatang, melatarbelakangi brand Scotch dari PT 3M Indonesia menyelenggarakan “Scotch Craftivity, Show Your Magic”. Program ini merupakan wujud komitmen brand Scotch untuk mewujudkan anak Indonesia yang lebih cerdas dan kreatif.

“Kami percaya bahwa tiap anak memiliki potensi kreatif yang harus terus diasah. Dalam mengembangkan kreativitasnya, anak terus dirangsang dan dilatih untuk berpikir dengan merespons dan anak diberikan kesempatan untuk mencoba ide dan cara baru dalam berpikir serta memecahkan masalah,” tuturnya, Reza Syarif selaku Division Head Stationery & Office Supplies Division PT 3M Indonesia.

Melalui rangkaian program Scotch Craftivity, Show Your Magic, kami mengajak anak Indonesia untuk berani berkreasi serta mengajak orangtua dan guru untuk turut membimbing anak dengan baik dalam mengembangkan kreativitasnya.

Kreativitas merupakan kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan, orisinalitas berpikir dan kemampuan elaborasi. Kemampuan pemecahan masalah merupakan hal penting yang didapatkan melalui kreativitas dan menjadi salah satu kemampuan bertahan hidup (survival) yang nantinya mempengaruhi kesuksesan anak di kemudian hari, sehingga penting mengasah kreativitas anak sedari dini.

Sementara itu, Rini Hildayani, M.Si selaku Psikolog Anak dan Praktisi TheraPlay menjelaskan dalam usahanya menjadi kreatif, pertama-tama secara emosional anak-anak harus memperoleh perasaan aman yang akan didapat jika orangtua sensitif dan memenuhi kebutuhan anak.\"Anak akan mengembangkan rasa percaya yang dapat membuat mereka merasa lebih percaya diri sehingga memacu mereka untuk berpetualang mencari hal baru atau mencari cara untuk mengatasi masalah-masalah baru,\" kata dia.

Orangtua dan guru sebagai orang terdekat harus memberikan dukungan, kesempatan dan menyediakan sarana yang memungkinkan anak untuk mengeksplor serta berkreasi seluas dan sebebas mungkin dalam mengembangkan daya imajinasinya. Maka dari itu, cara pengasuhan orangtua dan bimbingan guru perlu diperhatikan. Adapun tahapan perkembangan psikososial anak yang perlu dicapai untuk menunjang perkembangan kreativitas anak.

Masa bayi (0-2 tahun), mengembangkan rasa kepercayaan, masa balita (2-3 tahun), mengembangkan rasa mandiri, masa kanak-kanak awal (3-6 tahun), mengembangkan rasa inisiatif, dan masa usia sekolah (6-12 tahun), menghasilkan sesuatu.

Pada dasarnya ada beragam cara untuk mengasah kreativitas anak, salah satunya adalah melalui kegiatan bermain. Salah satu bentuk kegiatan bermain adalah dengan mengajak anak melakukan kegiatan-kegiatan menarik dan kreatif dengan berkreasi menggunakan sarana yang sesuai.

BERITA TERKAIT

Profitabilitas Bank Tahun Depan Diprediksi Sulit Meningkat

      NERACA   Jakarta - Rasio profitabilitas atau keuntungan dari aset bank dinilai sulit meningkat dalam setahun ke…

Pendapatan Ancora Resources Terkoreksi 7% - Kinerja Anak Usaha Melorot

NERACA Jakarta – Performance kinerja keuangan PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) masih membukukan raport merah di kuartal tiga 2017.…

Pasar IPO Tahun Depan Penuh Tantangan - Dihantui Pengetatan Likuiditas

NERACA Jakarta – Mendorong pertumbuhan kapitalisasi di pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) masih mengandalkan pertumbuhan jumlah emiten di…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Seberapa Cepat Dehidrasi Akan Membunuh Seseorang?

Tidak ada prediktor yang dapat memastikan seberapa cepat dehidrasi akan membunuh seseorang. Kesehatan, cuaca dan tingkat aktivitas fisik individu bisa…

Kayu Manis Bantu Pembakaran Kalori

Kayu manis bisa disertakan dalam daftar senjata melawan obesitas menurut hasil studi yang dilakukan para peneliti University of Michigan di…

Mengenal Penyakit Endometriosis dan Fibroid

Zaskia Sungkar baru saja menjalani operasi endometriosis dan fibroid di Kuala Lumpur, Malaysia. Sebenarnya apa itu endometriosis dan fibroid? Endometriosis…