Membangun Kerjasama, Meluaskan Jaringan

Membangun Kerjasama,

Meluaskan Jaringan

Untuk mengoptimalkan penghimpunan zakat masyarakat, juga perusahaan, Yayasan Dompet Dhuafa (YDD) menjalin dengan sejumlah perusahaan, pusat perbelanjaan serta mengerahkan banyak relawan. Dibukalah banyak konter untuk menjemput bola para calon muzaki (pembayar zakat). Sebut saja di Plaza Festival, Plaza Senayan, Senayan City, The Citi Walk Darmawangsa, ITC Permata Hijau, Kota Kasablanka, Thamrin City, Mal Puri Indah, Botani Square dan Plaza Eka Loka Sari di Bogor.

Dengan hypermart swalayan, misalnya, infak pengunjung via kasir dapat sewaktu-waktu diperiksa secara otomatis. Sejak 2006 hingga saat ini, infak pengunjung hypermart terus bertambah. Pada 2006 baru terkumpul Rp 224.543.405 yang dikumpulkan dari penyisihan saldo pembayaran belanja di kasir. Pada 2007 bertambah menjadi Rp 689.878.674. Tahun berikut sudah bertambah signifikan menjadi Rp 1.086.038.821. Pada 2012, pengumpulan infak di hypermart sudah mencapai Rep 1.771.170.339.

Dompet Dhuafa juga menawarkan Tabung Wakaf Indonesia (TWI). Wakaf produktif itu akan disalurkan untu mengembangkan sektor pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dhuafa. Lembaga penghimpun dana dan zakat masyarakat ini telah menjalin kerjasama dengan banyak perbankan untuk memudahkan penyaluran zakat dan infak.

Di sektor pendidikan, YDD mendapat amanah mengelola Sekolah Semen Cibinong (SSC) yang ada di Jalan Raya Narogong, Kabupaten Bogor. Kini, sekolah yang sudah berubah nama menjadi Sekolah Cendekia Cibinong itu menyelenggarakan program pendidikan sekolah sejak TK, SD, dan SMP. Sekolah sumbangan wakaf dari PT Holcim Indonesia itu menyerahkan SSC kepada YDD pada 23 Agustus 2011. Kini manajemennya dipegang SMART EI Ekselensia Indonesia. Sebanya 880 siswa mengenyam pendidikan di sana bersama 55 orang guru. Bidang Ekonomi Lembaga pendanaan syariah dalambentuk baitul mal watamwil (BMT) kini sudah menjadi tren di kalangan masyarakat, karena menerapkan sistem syariah yang adil. Ada dua bentuk BMT yang mempunyai fungsi yang berbeda. Yaitu, BMT sebagai lembaga penghimpun zakat, infak, sedekah, dan sekaligus mengelolanya sesuai dengan ketentuan agama. Kedua, BMT yang berperan sebagai lembaga keuangan yang berorientasi bisnis. BMT ini mempunyai sejumlah program usaha produktif termasuk dalambentuk investasi dalam skala kecil. Kalau ATM semula merupakan singkatan dari automatic teller machine dan di-Indonesia-kan menjadi anjungan tunai mandiri. BMT pun di-Indonesiakan menjadi Balai-usaha Mandiri Terpadu.

investasi dalam meningkatkan kualitas kehidupan ekonomi masyarakat terutama masyarakat dengan usaha skala kecil. Dalam perkembangannya BMT juga diartikan sebagai Balai-usaha Mandiri Terpadu yang singkatannya juga BMT.

Dompet Dhuafa (DD) sebagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) ingin menghidupkan dan mengembangkan baitul mal di setiap BMT melalui program MPZ (Mitra Pengelola Zakat). Bekerja sama dengan Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Dompet Dhuafa akan mencoba bersinergi dengan BMT-BMT membentuk MPZ untuk menghimpun dan menyalurkan dana zakat, infak, sedekah (ZIS) agar dapat memaksimalkan potensi zakat yang ada di Indonesia. Jaringan Dompet Dhuafa kini sudah menjangkau pelosok Tanah Air, bahkan hingga ke luar negeri, yaitu Hong Kong, Jepang, dan Australia.(saksono)

Related posts