IHSG Belum Beranjak Dari Zona Merah

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham Senin awal pekan ini, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup terkoreksi 45,428 poin (0,96%) ke level 4.678,983. Sementara Indeks LQ45 anjlok 13,205 poin (1,67%) ke level 778,709. Aksi ambil untung investor terhadap saham-saham unggulan menjadi pemicunya.

Analis HD Capital, Yuganur Wijanarko mengatakan, pasar regional yang kurang mendukung menjadi salah satu faktor indeks BEI bergerak melemah pada awal pekan ini. Dia menambahkan, pelemahan rupiah yang masih diatas level Rp10.000 per dolar AS mendorong aksi jual saham sehingga menekan IHSG BEI untuk kembali ke area begatif.\"Hal itu menandakan bahwa momentum pergerakan cenderung jangka pendek,”ujarnya di Jakarta, Senin (22/7).

Sementara itu, analis Sinarmas Sekuritas, Christandi Rheza Mihardja memperkirakan indeks BEI Selasa akan bergerak berfluktuasi dengan kecenderungan melemah bergerak di kisaran 4.650--4.750 poin, “Perdagangan Selasa akan dipengaruhi oleh data \'existing home sales\' AS yang diperkirakan naik dan dirilisnya laporan keuangan perusahaan-perusahaan di AS,”ujarnya.

Dia merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan secara teknikal yakni Pakuwon Jati (PWON), PP London Sumatra Indonesia (LSIP), BW Plantation (BWPT), Tower Bersama Infrastructure (TBIG). Pada perdagangan kemarin berjalan sepi dengan didominasi aksi jual.

Seluruh indeks sektoral di lantai bursa kompak melemah. Pelemahan paling dalam diderita sektor industri dasar. Aksi jual didominasi investor asing. Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 112.655 kali pada volume 3,075 miliar lembar saham senilai Rp 3,806 triliun. Sebanyak 93 saham naik, sisanya 147 saham turun, dan 108 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia kompak menutup perdagangan awal pekan di zona hijau. Penguatan tertinggi dipegang oleh bursa saham China. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Mayora (MYOR) naik Rp 500 ke Rp 33.500, Matahari (LPPF) naik Rp 500 ke Rp 12.800, Golden Energy (GEMS) naik Rp 325 ke Rp 2.325, dan ABM Investama (ABMM) naik Rp 250 ke Rp 2.875.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 1.600 ke Rp 33.000, United Tractor (UNTR) turun Rp 850 ke Rp 16.250, Indocement (INTP) turun Rp 500 ke Rp 21.700, dan J Resources (PSAB) turun Rp 425 ke Rp 2.575.

Sementara perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup melemah 26,967 poin (0,57%) ke level 4.697,444. Sementara Indeks LQ45 berkurang 7,482 poin (0,94%) ke level 784,432. Seluruh indeks sektoral di lantai bursa kompak melemah. Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 61.066 kali pada volume 1,469 miliar lembar saham senilai Rp 1,847 triliun. Sebanyak 70 saham naik, sisanya 120 saham turun, dan 118 saham stagnan.

Bursa-bursa regional jadi banyak yang jatuh ke zona merah sesi pertama. Aksi ambil untung membuat koreksi yang cukup dalam.Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Matahari (LPPF) naik Rp 400 ke Rp 12.700, Indofood CBP (ICBP) naik Rp 300 ke Rp 11.300, Tigaraksa (TGKA) naik Rp 225 ke Rp 2.725, dan Nipress (NIPS) naik Rp 200 ke Rp 9.450.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 750 ke Rp 33.850, United Tractor (UNTR) turun Rp 600 ke Rp 16.500, Indocement (INTP) turun Rp 400 ke Rp 21.800, dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 400 ke Rp 46.500.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka menguat 6,86 poin atau 0,15% ke posisi 4.731,28, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 1,75 poin (0,22%) ke level 793,67 seiring dengan positifnya pasar obligasi domestik.

Analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung mengatakan, pergerakan positif kembali terjadi pada pasar obligasi dengan imbal hasil (yield) surat utang negara (SUN) bertenor 10 tahun melanjutkan penurunannya dalam tiga hari terakhir ke level 7,87%,”Sentimen positif dari dalam negeri itu ditambah dengan penguatan bursa regional, membawa IHSG BEI dibuka menguat,”ujarnya.

Dia mengatakan, mayoritas bursa Asia kembali dibuka menguat khususnya bursa Jepang paska kemenangan partai koalisi pimpinan Perdana Menteri Abe dalam pemilu parlemen kemarin.

Sedangkan analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono menambahkan, naiknya indeks BEI juga masih didukung dari pernyataan The Fed yang menyatakan bahwa pihaknya berencana mengurangi stimulus, akan tetapi rencana pengurangan itu menimbang perkembangan data makro ekonomi AS.

Bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 5,66 poin (0,03%) ke level 21.356,76, indeks Nikkei-225 naik 63,85 poin (0,44%) ke level 14.654,44, dan Straits Times menguat 24,90 poin (0,75%) ke posisi 3.238,65. (bani)

Related posts