Antam Kembangkan Deposit Nikel Laterit - Gandeng Direct Nickel

NERACA

Jakarta - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) bekerjasama dengan Direct Nickel Limited (Dni) dalam pengembangan deposit nikel laterit dan pabrik pengolahannya. Nantinya, dalam pengembangan dan pengolahan nikel laterit akan diterapkan proses Dni namun tetap dilakukan di Indonesia.

Menurut Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk Tato Miraza, dalam perjanjian yang telah ditandangani perseroan dan DNi dijelaskan bahwa kedua perusahan tersebut akan melanjutkan kerja sama dalam operasi test plant milik DNi di Perth, Australia untuk memproduksi nickel mixed hydroxide dan mengkaji bersama hasil teknis dari pabrik tersebut.“Saat ini kami telah mengolah sampel sebanyak 200 ton nikel laterit. Jika hasil yang diperoleh dari Test Plant Positif, maka Antam dan DNi berkeinginan untuk mengeksekusi definitive agreements untuk mengembangkan pabrik pengolahan nikel laterit yang pertama di Indonesia dengan proses Dni”, jelas dia di Jakarta (22/7).

Selain itu dia juga mengatakan bahwa kerja sama perseroan dengan DNi memiliki prospek yang menjanjikan untuk secara signifikan meningkatkan efisiensi dan keekonomian pengolahan nikel laterit. Baginya, perjanjian yang ditandatangani hari ini merefleksikan upaya perseroan untuk memberi nilai tambah terhadap perkembangan cadangan nikel Indonesia dan mendukung pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan.“Strategi DNi adalah untuk mengembangkan teknologi DNi Process yang revolusioner dengan bekerja sama dengan perusahaan pertambangan kelas dunia. Selain itu, Antam memiliki sumber daya nikel dan kapabilitas internal untuk memanfaatkan keterbatasan suplai nikel di masa depan, serta semakin meningkatnya kebergantungan global atas bijih nikel laterit”, ujar CEO DNi Russel Debney menambahkan.

Dia juga menambahkan bahwa secara pribadi dirunya merasa senang dapat melanjutkan kemitraan perusahaannya dengan Antam dalam membantu pengembangan pengolahan nikel laterit yang jumlahnya cukup signifikan Indonesia.

Penandatangan nota kesepahaman (MoU) merupakan kelanjutan dari penandatanganan Heads of Agreement yang ditandatangai Antam dan DNi pada 31 Mei 2012. dalam penandatanganan kerjasama tersebut, pihak Antam dan Dni akan mengembangkan deposit nikel laterit dan pengolahannya. Lokasinya tetap berada di Indonesia, hanya saja prosesnya sesuai dengan Dni.

Pendapatan Antam sendiri diperoleh melalui kegiatan eksplorasi dan penemuan deposit mineral, pengolahan mineral tersebut secara ekonomis, dan penjualan hasil pengolahan tersebut kepada konsumen jangka panjang yang loyal di Eropa dan Asia. Kegiatan ini telah dilakukan semenjak perusahaan berdiri tahun 1968.

Komoditas Antam

Komoditas utama ANTAM adalah bijih nikel kadar tinggi atau saprolit, bijih nikel kadar rendah atau limonit, feronikel, emas, perak dan bauksit. Jasa utama ANTAM adalah pengolahan dan pemurnian logam mulia serta jasa geologi.

Bijih nikelnya terdiri dari bijih nikel saprolit dan limonit. Bijih nikel limonit adalah bijih nikel laterit dengan kadar rendah dan mengandung 0,8-1,5% nikel, 25-35% besi dan sedikit kobalt. Limonit terletak di atas lapisan saprolit dan lebih murah dan lebih mudah untuk ditambang. Sedangkan saprolit secara umum mengandung sekitar 1,5-2,5% nikel dan digolongkan sebagai bijih laterit kadar tinggi. Dengan melalui proses pirometalurgi, saprolit digunakan sebagai bahan baku untuk produksi feronikel.

Sementara feronikel yang merupakan salah satu produk utama Antam, diproduksi melalui pengolahan saprolit melalui proses pyrometalurgi. Feronikel Antam mengandung sekitar 20% nikel dan sekitar 80% besi. Diproduksi dalam bentuk shots (butiran) atau ingots (batangan) serta dengan karbon kadar tinggi atau karbon kadar rendah, feronikel digunakan sebagai bahan baku untuk produksi baja nirkarat. (nurul/lia)

Related posts