Perkuat Modal, Bank Index Lepas 20% Saham

NERACA

Jakarta- PT Bank Index Selindo akan melepas sahamnya melalui mekanisme penawaran saham umum perdana (Initial Public Offering/IPO) pada kuartal ketiga 2013. Perseroan mengincar dapat memperoleh tambahan dana untuk memperkuat modal usahanya menjadi Bank Umum Kategori Usaha (BUKU) 2.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Hoesen mengatakan, rencana IPO tersebut telah diungkapkan oleh manajemen Bank Index Selindo dalam paparan terbatas di hadapan direksi BEI belum lama ini. “Penjamin pelaksana emisi IPO-nya PT Indo Premier Securities.” katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Menurut dia, perseroan akan melepas 20% saham ke publik dan akan menggunakan dana hasil IPO untuk meningkatkan permodalannya sehingga dapat menjalankan bisnisnya dalam cakupan yang lebih luas. “Mereka membutuhkan permodalan untuk meningkatkan kategori usahanya dari Bank Umum Kategori Usaha (BUKU) 1 ke BUKU 2,” imbuhnya.

Bank Index Selindo tercatat sebagai bank umum swasta nasional yang berdiri 30 Juli 1992 dan mulai resmi beroperasi memberikan jasa layanan perbankan pada 23 Agustus 1993. Fokus usaha perusahaan di sektor komersial, ritel, dan konsumer.

Dari laporan keuangan publikasi bank di situs Bank Indonesia (BI), per Mei 2013, total aset perseroan mencapai Rp4,72 triliun, dana pihak ketiga Rp4,08 triliun, kredit Rp3,73 triliun dan laba bersih Rp23,28 miliar.

Jumlah IPO

Hoesen menambahkan, sepanjang tahun ini ada sebanyak 24 perusahaan telah mencatatkan sahamnya di BEI. Pencapaian itu yang mendorong otoritas pasar modal untuk dapat melebihi target yang ditetapkan sebelumnya sebanyak 30 perusahaan. Sejauh ini BEI juga telah bekerja sama dengan beberapa asosiasi antara lain Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

Asal tahu saja, beberapa perbankan yang mencatatkan sahamnya pada tahun ini antara lain PT. Bank National Nobu Tbk, PT Bank Mestika Dharma Tbk, dan PT Bank Maspion. Melalui mekanisme penawaran saham umum perdana (Initial Public Offering/IPO). Sementara untuk perusahaan yang juga berencana melepas sahamnya ke publik yaitu Wika Beton yang merupakan anak usaha PT Wijaya Karya tbk (WIKA). Rencananya, perseroan akan melaksanakan penawaran saham umum perdananya pada November 2013.“WIKA Beton sudah siap listing di bursa pada November tahun ini dengan menggunakan buku (laporan keuangan) akhir Juni 2013. Sehingga kemungkinan proses listingnya paling cepat sekitar 2 November 2013.” jelas Corporate Secretary WIKA, Natal Argawan.

Melalui aksi korporasi ini, sambung dia, perusahaan menargetkan dapat meraup dana segar hingga Rp1,5 triliun. Rencananya, dana hasil IPO akan dimanfaatkan oleh WIKA Beton untuk memperluas bisnis dan pembangunan pabrik beton untuk meningkatkan kapasitas produksi. “Kapasitas produksi WIKA Beton saat ini sebesar dua juta ton per tahun dari delapan pabrik. Kami targetkan kapasitas produksi akan selalu meningkat sebesar 10% tiap tahunnya,” sambung Natal. (lia)

Related posts