Megibung, Tradisi Berbuka Ala Muslim Bali

Bulan Ramadhan memang bulan yang sangat dinantikan oleh masyarakat Islam diseluruh belahan dunia, karena pada bulan ini pula lah pahala diberikan berkali-kali lipat dan pintu pengampunan dosa dibukakan sebesar-besarnya.

Begitu pula dengan masyarakat dipulau dewata Bali. Meskipun pada umumnya masyarakat Bali beragama Hindu, namun masyarakat asli Bali pun ada beberapa yang memeluk agama Islam. Masyarakat muslim di pulau dewata Bali tidak sedikit dan mereka sudah ada sejak lama.

Masyarakat muslim Bali pun memiliki beberapa tradisi kebudayaan saat bulan Ramadhan tiba. Salah satunya adalah kebudayaan saat beruka puasa. Masyarakat muslim Bali biasa menggelar Megibung atau tradisi buka puasa bersama dengan menu utama nasi tumpeng lengkap dengan daging sapi dan ayam cincang.

Menariknya, daging sapi dan daging ayam cincang itu dibumbui kedonteng yang merupakan racikan dari rempah-rempah lengkap yang biasa digunakan umat Hindu di Bali pada Hari Raya Galungan. Rempah-rempah itu terdiri dari cabai, bawang merah, bawang putih, lengkuas, kencur, kunyit, jahe, kemiri, ketumbar, kapulaga, jeruk, dan kelapa. Sebelum memulai buka puasa, warga kampung muslim di Kepaon itu disuguhi minuman brungkul yang berbahan dasar santan, gula pasir, tepung kanji, dan cengkih.

Semua makanan itu dibuat oleh para ibu rumah tangga di lingkungan Kepaon Kaja, Kepaon Tengah, dan Kepaon Kelod. Tradisi megibung digelar setiap hari ke-10 bulan suci Ramadhan di masjid Al Muhajirin, Kepaon. Dalam bahasa Bali `megibung` atau `mepatung` berarti makan bersama dalam satu wadah. Makanya kami menyebut tradisi tersebut adalah megibung yang merupakan warisan leluhur untuk mempererat tali persaudaraan antarwarga setempat.

Menurut penduduk setempat mentradisikan megibung sejak ajaran Islam masuk Kepaon yang diperkirakan pada 1362 Masehi. Dalam tradisi tersebut para jamaah terlebih dahulu mengawalinya dengan membatalkan puasa (takjil) yang telah disiapkan. Kemudian sebelum melakukan shalat magrib secara berjamaah, puluhan pria langsung menyantap makanan yang sudah disediakan.

Umumnya makanan yang disajikan dalam satu wadah beralaskan kertas minyak disantap oleh empat hingga enam orang. Jenis makanannya pun beragam, namun biasanya yang menjadi makanan pokok adalah nasi tumpeng lengkap dengan lauk-pauk seperti daging sapi, ayam goreng, sayur, telur, dan buah-buahan sebagai pencuci mulut.

BERITA TERKAIT

2019, Saat Tepat Investasi Lahan di Bali

NERACA Jakarta-  Peningkatan industri sektor pariwisata di Pulau Dewata, Bali menyebabkan bertambahnya minat para investor untuk mencari peluang bisnis di…

Pengawasan Perbankan ala Mahathir

  Oleh: Achmad Deni Daruri, President Director Center for Banking Crisis Tak berapa lama Mahathir Mohammad terpilih kembali sebagai Perdana…

Bali Masuk dalam Daftar 10 Water Park Terpopuler Dunia

Taman bermain air atau water park, kerap menjadi pilihan masyarakat saat berwisata. Selain faktor keamanan yang terjamin, water park bisa…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Taman Laut di Indonesia yang Jarang Terekpos

Secara geografis Indonesia merupakan negara kepulauan yang dua pertiga kawasannya adalah lautan. Panjang garis pantai di Indonesia mencapai 81 ribu…

Terumbu di Selat Pantar Diduga Rusak

  Bentang dan panorama alam bawah laut Indonesia merupakan permata yang diburu oleh para penyelam di seluruh dunia. Namun sayangnya…

Bogor Gaet Wisatawan dengan 'Tahun Kopi'

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bogor, Jawa Barat, merasa kalau kopi menjadi komoditi kaum milenial. Oleh sebab itu, pada tahun…