Transortasi Berbasis Kereta

Transportasi Berbasis Kereta

Oleh Bani Saksono

(wartawan Harian Ekonomi Neraca)

Di kota-kota besar, bahkan lintas negara di Eropa, kereta adalah kendaraan andalan yang paling nyaman. Jenis kereta dipilih karena merupakan kendaraan umum massal, yaitu mampu mengangkut banyak penumpang dan menjangkau jarak yang jauh.

Bagaimana dengan jaringan transportasi umum berbasis kereta di Jakarta dan sekitarnya? Ada enam rute kereta listrik (KRL) yang dioperasikan oleh PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ), anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Keenam rute itu adalah Bogor/Depok – Manggarai -Kota, Bogor/Depok – Tanah Abang – Pasar Senen – Jatinegara, Bekasi – Jatinegara – Manggarai – Jakarta Kota, Parung Panjang/Serpong – Tanah Abang, Tangerang – Duri, dan Tanjung Priok – Kota. Satu lagi, Loop Line (jalur lingkar) yaitu dari Manggarai – Sudirman- Tanah Abang – Duri – Kampung Bandan – Pasar Senen – Jatinegara.

Saat ini, pemerintah pusat dan DKI Jakarta sedang menggodok proyek KRL Manggarai – Bandara Soekarno-Hatta. Selain itu, masih ada lagi proyek pengembangan jaringan transportasi massal berbasis rel. Ada dua, yaitu Mass Rapid Transit (MRT) dan monorel. MRT rencananya meliputi dua koridor, yaitu utara selatan (Lebak Bulus – Bunderan HI-Kampung Bandan) dan barat – timur (Balaraja – Jakarta - Cikarang). MRT tahap I, yaitu Lebak Bulus – Bunderan HI ditarget beroperasi pada 2016.

Sedangkan proyek monorel yang menggunakan jalur layang ada dua rute, yaitu blue line dan green line direncanakan menelan dana sebesar Rp 8 triliun. Penggagas dan penggarapnya adalah PT Jakarta Monorail dengan investor dari Orthus Group. Proyek green line dibangun sepanjang 14,5 km dengan rute dari Kuningan - Kuningan Sentral- Gatot Subroto - Senayan - Asia Afrika - Pejompongan - Karet - Dukuh Atas. Sedangkan rute blue line dari Kampung Melayu - Tebet - Kuningan -Casablanca - Tanah Abang - Roxy - Taman Anggrek. Proyek monorel ditarget selesai dalam waktu tiga tahun ke depan.

Kementerian BUMN tengah mengawal proyek monorel pinggir Jakarta, yaitu monorel khusus bandara Soekarno- Hatta yang menghubungkan terminl 1, 2, dan 3. Proyek itu digarap bareng oleh PT Adhi karya Tbk, PT LEN, PT Inka, dan PT Angkasa Pura II sebagai operator. Proyek monorel yang dikawal oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan lainnya adalah rute Cibubur – Cawang- Bekasi dan Cawang – Kuningan. Transportasi massal lainnya adalah jaringan busway dengan 15 koridor ditambah trayek Kopaja dan Metromini sebagai pengumpan.

Dengan rute-rute itu, sudah mampukah mengatasi masalah transportasi dan lalu lintas kota Jakarta? Adakah alternatif rute baru yang benar-benar mampu mengatasi kebutuhan transportasi komuter di Jakarta hingga mampu mengurangi secara signifikan kepadatan kendaraan pribadi di jalan raya? Misalnya membangun MRT atau monorel atau KRL di sisi jalan tol dari Ciawi – Cawang – Priok dan Cawang Pluit-Bandara, dari pada membangun jalan layan tol Cibubur – Kuningan? []

Related posts