Pengalaman Remaja Indonesia yang Tinggal di Prancis - Live in Strasbourg:

Kisah yang menarik dan berkesan, apalagi dari kota yang sangat jauh dan bersentuhan dengan budaya bangsa lain yang berbeda dengan budaya kita, seperti Prancis, sayang jika hanya dibicarakan saja. Untuk berbagi kisah sesama remaja inilah, buku ini diterbitkan. Ya, buku ini mengisahkan Qomaruliati Setiawati (Ruli, 15 tahun), saat dia masih berusia 13 tahun, pada Juni-Juli 2011. Sekarang sekolah kelas X di SMAN 8 Taman Bukit Duri Jakarta.

Kebetulan dia mencatat semua pengalamannya dalam buku harian atau diary-nya selama di Prancis. Kemudian disusun menjadi buku yang menarik untuk dibaca. Kehadiran buku ini melengkapi karya-karya kreatif remaja Indonesia yang kini makin banyak muncul ke pasar dengan bentuk tulisan cerpen, kumpulan puisi, maupun novel.

Inti dari buku ini adalah kisah dan pengalaman perjalanan ke Paris, mengunjungi tempat-tempat bersejarah dan tempat yang menjadi simbol pariwisata Prancis, serta pengalaman berinteraksi dan tinggal di keluarga Valerie-Christion di Kota Strasbourg.

Tetapi, buku ini tidak melulu menceritakan tempat-tempat bersejarah dan lokasi wisata dunia di Paris, seperti banyak buku pariwisata atau traveling lainnya, buku ini mengungkapkan kebiasaan masyarakat Prancis di pedesaan Strasbourg, di sebelah timur Prancis, yang berbatasan dengan Jerman.

Dari buku Live in Strasbourg ini kita juga mendapatkan informasi bahwa keluarga di Strasbourg, Prancis, ternyata mempunyai kebiasaan yang sangat akrab dengan budaya Timur dan ini masih dipraktikkan hingga sekarang, karena itu perlu kita tiru atau contoh.

Misalnya dalam bagian empat (halaman 71-90), Ruli menceritakan bagaimana kehangatan keluarga Valerie tempat dia tinggal. Makan malam yang berlangsung selama dua jam, setiap hari, jadi berfungsi sebagai ajang komunikasi dan meningkatkan keakraban anggota keluarga. Karena saat makan malam itu, semua duduk di meja makan dan tidak ada yang bermain gadget ataupun sambil menonton TV.

Related posts