Semen Indonesia Terbitkan Bond US$ 300 Juta - Danai Belanja Modal

NERACA

Jakarta–Guna mendanai kebutuhan modal kerja tahun 2014, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) berencana menerbitkan beberapa jenis obligasi pada tahun depan dengan jumlah total nilai sebesar US$300 juta.

Direktur Utama Semen Indonesia, Dwi Soetjipto mengatakan, dana tersebut sebagai tambahan anggaran belanja modal pada 2014 yang diperkirakan mencapai US$ 600-700 juta atau setara Rp6 triliun-Rp7 triliun, “Sekitar Rp5 triliun anggaran belanja modal tersebut nantinya akan digunakan perseroan untuk pembangunan dua pabrik masing-masing di Rembang, Jawa Timur dan Padang, Sumatera Barat, yang menghabiskan dana sekitar Rp2 triliun,”ungkapnya.

Sementara untuk persiapan packing plant Rp1 triliun, untuk biaya operasional Rp1 triliun serta sisanya untuk biaya lainnya.Adapun Rp2 triliun lainnya akan digunakan untuk pendanaan pengembangan usaha di Thailand dan Myanmar. Kemudian sisanya, sekitar US$ 300 juta atau setara Rp 3 triliun akan didapatkan dari pendanaan luar perusahaan.

Dwi menambahkan, opsi pendanaan dari luar perusahaan lebih ke arah penerbitan obligasi, walaupun untuk detilnya belum dapat memaparkan sekarang karena masih dilakukan kajian oleh interal perseroan.Adapun untuk jenis penerbitan obligasinya sendiri menurut Dwi akan disesuaikan dengan kebutuhan pendanaan perseroan. “Kami sendiri lebih cenderung memilih penerbitan obligasi dibandingkan pendanaan dari pinjaman perbankan mengingat tren suku bunga perbankan yang cenderung meningkat seiring dengan pengaruh kenaikan inflasi,” papar Dwi.

Sedangkan untuk kebutuhan pendanaan untuk ekspansi di dalam negeri, Dwi mengaku akan cenderung menerbitkan obligasi di dalam negeri. Dengan begitu, maka risiko fluktuasi Rupiah dapat segera diminimalisir.

Untuk di tahun ini, emiten BUMN ini memproyeksikan belanja modal sebesar Rp3 triliun. Dana tersebut selain untuk kebutuhan operasional, sebagian besar dianggarkan untuk pembebasan (persiapan) lahan yang akan dijadikan pabrik di Rembang dan Padang serta membayar uang muka untuk mesin produksinya.

Lanjutnya, Dwi menyakini, saham perseroan yang berada di publik masih tetap diminati pelaku pasar sehingga dapat turut membantu pertumbuhan industri pasar modal domestik, “Kami tetap fokus pada kinerja agar membukukan hasil yang baik. Dengan begitu, saham perseroan tetap akan positif,\" ujarnya.

Kemudian untuk mendukung kinerja perseroan, perseroan bakal menggandeng perusahaan asal Myanmar untuk mengembangkan bisnis di regional. Tercatat sudah ada tiga perusahaan asal Myanmar yang sedang diseleksi dan akan dipilih untuk menjadi partner bisnis perseroan nanti. (bani)

BERITA TERKAIT

MNC Sekuritas Bidik Transaksi Harian Rp 300 Miliar - Genjot Investor Ritel

NERACA Jakarta - PT MNC Sekuritas menargetkan nilai transaksi harian tahun ini sekitar Rp200-300 miliar. Artinya secara market share, transaksi…

Sekolah Pasar Modal Gratis di Buka di NTB

NERACA Mataram – Dalam rangka perbanyak investor saham di Nusa Tenggara Barat, kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Mataram menyelenggarakan…

Pendanaan di Pasar Modal Rp 254,51 Triliun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pengimpunan dana di pasar modal sepanjang tahun lalu mencapai Rp 254,51 triliun. Perinciannya adalah surat…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kinerja Reksa Dana Saham Tumbuh Signifikan

Tiga pekan di awal tahun 2018 atau hingga 19 Januari kemarin, perusahaan jasa penyedia informasi dan riset PT Infovesta Utama…

Moody’s Sematkan Peringkat B1 Soechi Lines

Lembaga peringkat internasional, Moody's Investors Service menegaskan peringkat korporasi B1 untuk PT Soechi Lines Tbk (SOCI). Prospek rating ini stabil.…

Arwana Bidik Kapasitas Produksi Tumbuh 10%

Seiring dengan terus bertumbuhnya industri properti dalam negeri, maka permintaan pasar kemarik juga bakal terkerek naik. Oleh karena itu, melihat…