Semen Indonesia Masih Fokus Akuisisi Semen Baturaja - Ambisi Jadi Leader Market

NERACA

Jakarta- Ambisi PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) menjadi leader market pasar semen di Indonesia tidak hanya dibuktikan dengan pembangunan pabrik baru untuk menambah kapasitas produksi, tetapi keseriusannya untuk tetap berencana mengakuisisi PT Semen Baturaja Tbk (SMBR).

Direktur Utama PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) Dwi Soetjipto mengatakan, saat ini perseroan masih tetap berminat mengakuisisi PT Semen Baturaja Tbk, “Semen Indonesia siap-siap saja, tetapi itu tergantung pemegang saham Semen Baturaja,”tegasnya di Jakarta, Senin (15/7).

Dwi menuturkan, pihaknya masih belum menerima kepastian dari pihak Semen Baturaja maupun dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Asal tahu saja, SMGR tidak mau mengambil risiko masuk ke bisnis yang biayanya tidak bisa dihitung. Sementara sebelumnya, dari pihaj manajemen Semen Baturaja (persero) memastikan belum berniat untuk melakukan penggabungan atau sinergi usaha dengan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) sebagaimana penawaran yang diwacanakan,“Sangat wajar jika ada perusahaan besar yang ingin masuk dalam manajemen Semen Baturaja. Namun, hingga saat ini kami belum mendapatkan wacana terkait sinergi yang akan terjadi,”kata Direktur Utama Semen Baturaja Pamudji Rahardjo.

Merespon kondisi terserbut, Direktur Semen Indonesia, Dwi Soetjipto menegaskan, perseroan tidak mau terburu-buru mengambil kesimpulan terhadap rencana tersebut, terlebih pihak Semen Baturaja belum mengungkapkan keinginannya untuk melepas kepemilikannya ke pihak SMGR, “Kami belum mau mengambil risiko dulu, karena hingga saat ini belum pihak Semen Baturaja sendiri belum mengungkapkan keinginan untuk melepas kepemilikannya kepada kami,\" jelasnya.

Semester pertama tahun ini, PT Semen Indonesia Tbk mencatatkan total penjualan sebanyak 12,23 juta ton atau naik 18,5% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia, penjualan semen nasional di semester I 2013 naik 7,5% dibandingkan periode sama 2012 menjadi 27,8 juta ton.

Belanja Modal

Tahun depan, perseroan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp5-6 triliun. Anggaran akan digunakan untuk membiayai proyek pembangunan pabrik semen baru yang akan didirikan di Sumatera Barat dan Jawa Tengah.\"Tahun depan 5-6 triliun karena kegiatan proyek akan lebih banyak lagi.”kata Dwi.

Dwi menyebutkan, anggaran belanja modal bahkan bisa lebih dari yang ditargetkan Rp5-6 triliun di tahun 2014. \"Belum termasuk proyek-proyek regional yang akan dieksekusi.\" tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Semen Indonesia mempunyai target untuk pembangunan pabrik semen baru yang diperkirakan akan menghasilkan kapasitas semen masing-masing pabrik sebesar tiga juta ton semen per tahunnya.

Selain mempunyai target tiga ton semen per tahun, pabrik baru tersebut juga nantinya untuk membiayai penyelesaian proyek pembangkit listrik di Tonasa, serta untuk pembangunan fasilitas pengantongan semen.

Semua pembangunan tersebut bersumber dari pendanaan yang berasal dari kas internal dan juga sumber eksternal lainnya. Sementara Sekretaris Perusahaan Semen Indonesia Agung Wiharto menambahkan, kontribusi terbesar SMGR masih berasal dari Semen Gresik, yakni 6,2 juta ton. Sementara Semen Padang dan Tonasa berkontribusi 3,39 juta ton dan 2,46 juta ton. Pada tahun sebelumnya perseroan mencatat pendapatan hingga Rp19,6 triliun.\"Volume penjualan pada tahun ini saja sudah mencapai 25 juta ton,\" terangnya.

Agung menyebutkan, hingga saat ini, perseroan masih mengkaji harga jual produknya akibat dari kenaikan bahan bakar minyak yang berpengaruh pada biaya operasional. \"Naiknya harga BBM akan meningkatkan harga lima sampai enam persen. Tapi, perseroan masih bisa menurunkan sampai akhir tahun, kalau kenaikan hanya bisa mencapai 4 persen,”tandasnya. (bani)

Related posts