Mitra Pinasthika Catatkan Penjualan Tumbuh 26% - Penjualan Capai 447.578 Unit Motor

NERACA

Jakarta-Manajemen PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) mengaku penjualan motor Honda oleh unit usahanya, MPM Mulia meningkat secara signifikan pada semester pertama 2013 mencapai 447.578 unit atau meningkat 26% dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 355.758 unit. “Peningkatan ini jauh di atas penjualan sepeda motor Honda nasional yang naik 12% dan penjualan sepeda motor nasional yang naik 6% dari bulan Januari-Juni 2013,” kata Direktur Keuangan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk, Troy Parwata di Jakarta, Senin (15/7).

Menurut dia, meningkatnya penjualan roda dua di Indonesia juga berdampak positif bagi bisnis oli perseroan. Pada enam bulan pertama tahun ini Federal Karyatama (FKT) mencatatkan kenaikan penjualan oli sebesar 10% menjadi 32,12 juta liter dibanding periode sama tahun lalu sebesar 29,10 juta liter.

Dia mengatakan, hampir seluruh unit usaha perseroan pada semester pertama 2013 mencatatkan pertumbuhan signifikan. Terjadinya kenaikan suku bunga dan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) saat ini dinilai hanya akan berdampak sementara. “Berdasarkan pengalaman kami sebelumnya, hanya akan berdampak sementara karena pada akhirnya akan tercipta equilibrium baru dalam waktu yang tidak terlalu lama.” jelasnya.

Selain itu, sambung dia, pihaknya optimistis dengan dengan jumlah kelas menengah di Indonesia yang terus mengalami peningkatan juga akan berpengaruh positif terhadap pertumbuhan di sektor konsumer otomotif. Direktur Utama PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk, Tossin Himawan mengatakan, selain meningkatnya penjualan motor Honda oleh unit usahanya MPMMuilia, MPMRent yang merupakan unit usaha untuk sewa kendaraan juga meningkat lebih dari 74% atau telah mengoperasikan armada sebanyak 12.104 unit dibandingkan periode sama tahun 2012 sebanyak 6.955 unit.

Unit usaha inipun, sambung dia, menjadi andalan utama terhadap kinerja perseroan dan memposisikan perseroan menjadi salah satu pemain utama di Indonesia. Hingga kini MPMRent tercatat telah memiliki 22 pusat layanan di berbagai kota di Indonesia dengan tingkat utilisasi aset lebih dari 90% dan masa kontrak tiga tahun.

Dia mengatakan, perseroan memiliki empat pilar bisnis utama. Pertama, bisnis distribusi dan penjualan motor Honda yang dibawahi oleh MPMMulia dan MPMMotor. Kedua, bisnis jasa sewa kendaraan dibawah MPMRent, yang merupakan salah satu unit bisnis dengan pertumbuhan tercepat. Ketiga, bisnis oli sepeda motor dibawah Federal Karyatama yang merupakan pemain terdepan di pasar. Keempat, bisnis jasa keuangan melalui Asuransi Mitra Pelindung Mustika dan dua perusahaan multifinance, MPMFinance dan Sasana Artha Finance (SAF).

BERITA TERKAIT

Menkeu Proyeksi Defisit APBN Capai Rp310,8 Triliun

  NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memproyeksikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 berpotensi…

DEFISIT APBN MELEBAR HINGGA RP 135 TRILIUN LEBIH - Menkeu: Pertumbuhan Semester I Capai 5,1%

Jakarta-Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia di semester I-2019 mencapai  5,1%.  Angka ini berdasarkan perhitungannya terhadap kontribusi…

Volume Penjualan Semen SMCB Turun 3,30%

NERACA Jakarta – Melorotnya penjualan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) di semester pertama tahun ini, juga dirasakan oleh anak…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berikan Pendampingan Analis Investasi - CSA Research Gandeng Kerjasama Modalsaham

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan investor pasar modal, khususnya generasi milenial dan juga mendukung inovasi sektor keuangan digital, Certified Security…

Sentimen BI Rate Jadi Katalis Positif Sektor Properti

NERACA Jakarta – Keputusan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate  sebesar 0,25% menjadi 5,75% mendapatkan…

Siapkan Dana Investasi US$ 100 Juta - Saratoga Bangun Rumah Sakit di Bekasi

NERACA Jakarta –Genjot pertumbuhan portofolio investasi, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) terus mengembangkan investasinya. Salah satunya yang tengah dikembangkan…