Jawbone UP, Gelang Pintar Pemantau Kesehatan

Saat Ramadhan tiba kita khususnya umat Islam diperintahkan ubtuk menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh, karena itu penting bagi kita untuk memerhatikan kesehatan kita agar kita bisa terus beraktivitas dengan baik meskipun saat melaksanakan ibadah puasa.

Agar puasa Anda lancar, gelang yang satu ini mungkin bisa menjadi solusi yang tepat agar kita bisa mengontrol kesehatan kita. Gelang ini berbeda dengan gelang biasa, gelang kesehatan ini disebut Jawbone UP. Bagi sebagian orang mungkin sudah mengetahui gelang ini. Jawbone UP memiliki nilai lebih selain menjadi gelang kebugaran.

Selain tahan lama, nyaman, dan sederhana, kini Jawbone bekerja sama dengan Android. Awalnya, Jawbone diluncurkan sekitar tahun 2011 dan dibatasi hanya untuk pengguna iPhone. Namun karena banyak kerusakan, maka dilakukan perbaikan dan penggantian Jawbone UP pada akhir 2012.

Gelang ini sendiri memiliki kegunaan seperti mengukur langkah Anda setiap hari dan pola tidur Anda. Kemudian memasukkan data tersebut ke dalam sebuah aplikasi yang ada di dalamnya. Setelah dipinang Android, Jawbone UP merambah pasar hingga ke Eropa, Asia, Australia, dan Timur Tengah pada bulan April mendatang. Mengenai harga, Anda harus mengeluarkan uang sebesar Rp 1,2 jutaan jika ingin membeli gelang ini.

Ketika penggunanya tidur, UP dapat menerapkan sistem pemantau tidur yang revolusioner. Dengan menggunakan fitur “Power Nap” atau memanfaatkan pengaturan “Silent Alarm”, UP dapat membangungkan penggunanya pada titik paling optimal dari siklus tidurnya sehingga pengguna bangun dengan perasaan segar.

Gelang ini memang memiliki fungsi yang mirip seperti Nike Fuel Band. Selain itu Jawbone Up juga punya pilihan warna yang jauh lebih beragam bila dibanding dengan Nike Fuel Band. Hitam, Green Army, Navy Blue, Tosca, Orange, Merah dan masih banyak lagi. Menariknya data yang ditawarkan sedikit lebih banyak dibandingkan dengan Nike Fuel Band, mulai dari sleeping pattern waktu malam sampai pencatatan kalori semua makanan yang kita makan sehari-hari.

Seperti halnya pengukur kalori lain Jawbone Up ini harus dicharge secara berkala dan kalau may di sync dengan apps harus mempergunakan jack konektor dari gelang ke iPhone.Dengan sistem database yang sudah lengkap, sebenarnya Jawbone Up ini bisa dibilang sangat baik, karena untuk pencatatan kalori makan saja kita hanya perlu memasukkan restoran dan menu yang dipilih dan bila sistemnya lengkap kita bisa langsung melihat berapa kalori yang dimakan. Untuk Indonesia yang sistem datanya belum terlalu lengkap untuk melihat kalori makanan, masih harus dicatat secara manual.

BERITA TERKAIT

Genjot Pertumbuhan Pasar Modal - BEI Gandeng Kerjasama BPJS Kesehatan

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan industri pasar modal lebih besar lagi dari jumlah investor dan emiten, PT Bursa Efek Indonesia…

Pemkot Depok Komitmen Tingkatkan SDM Kesehatan

Pemkot Depok Komitmen Tingkatkan SDM Kesehatan NERACA Depok - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok Jawa Barat, berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan,…

BPJS Kesehatan Palembang Resmikan Bank Sampah

BPJS Kesehatan Palembang Resmikan Bank Sampah NERACA Palembang - Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Kesehatan Cabang Palembang, Sumatera Selatan, Jumat…

BERITA LAINNYA DI TEKNOLOGI

HTSnet Sediakan layanan Internet Murah Untuk UKM

PT Hawk Teknologi Solusi (HTSnet)  menyediakan layanan internet Turbo Fiber yang ditujukan bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) agar dapat membantu…

Software Bajakan Disebut Sulit Dibrantas di Indonesia

Maraknya penggunaan software tidak berlisensi atau bajakan untuk kebutuhan bisnis maupun perorangan sudah semakin meresahkan. Berdasarkan data dari BSA I…

Jelang Pilpres, 771 Konten Hoax Warnai Dunia Maya

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo)mengidentifikasi 771 hoax pada periode Agustus 2018 hingga Februari 2019 di jagat maya, paling banyak berkaitan…