BEI Optimis Pasar IPO Melebihi Target - Bidik 40 Perusahaan

NERACA

Jakarta – Meskipun industri pasar modal saat ini diterpa berbagai macam isu negatif hingga terus berfluktuasinya indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam beberapa pekan ini, ternyata tidak membuat geming PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk merevisi target penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) tahun ini.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen mengatakan, pihaknya mengharapkan ada 40 perusahaan dapat mencatatkan sahamnya di pasar modal tahun ini, “Target IPO BEI tahun ini sebanyak 30 perusahaan, tetapi kami berharap sebanyak 40 perusahaan,\"tandasnya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Menurutnya, sepanjang tahun ini sudah tercatat 24 perusahaan telah mencatatkan sahamnya di BEI, pencapaian itu yang mendorong otoritas pasar modal untuk dapat melebihi target yang ditetapkan BEI.\"Sudah ada lima perusahaan yang siap mencatatkan sahamnya di BEI, lalu pekan depan ada salah satu perusahaan sektor perbankan skala nasional yang ingin melakukan mini expose,\"ujarnya.

Dia mengemukakan, lima perusahaan yang siap mencatatkan sahamnya pada semester kedua tahun ini yakni PT Grand Kartech, PT Sidomuncul, PT Arita Prima, PT Siloam Internasional Hospitals, dan PT Kota Delta Mas.

Sejauh ini, lanjut dia, pihak BEI juga bekerjasama dengan beberapa asosiasi salah satunya Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), dan Asosisasi Pengusahaa Indonesia (Apindo) untuk ikut mengembangkan pasar modal.

Sebelumnya, Dewan Komisioner OJK Bidang Pasar Modal, Nurhaida mengatakan maraknya aksi korporasi dapat menjadi landasan bahwa industri pasar modal Indonesia masih positif ke depan.\"Banyaknya perusahaan yang melakukan aksi korporasi di pasar modal seperti penawaran umum perdana saham (IPO), \'right issue\' (penawaran umum terbatas), penerbitan surat utang (obligasi) diharapkan dapat menjadi landasan positifnya industri,\"jelasnya.

Pasar Jeblok

Sebelumnya pengamat pasar modal Satrio Hutomo pernah bilang, saat ini pasar saham sedang dalam kondisi yang jelek sehingga banyak pasar IPO jeblok tidak sesuai target seperti dialami Cipaganti.

Hal senada juga disampaikan analis pasar modal Lucky Bayu Purnomo, kondisi pasar yang tidak menentu saat ini mempengaruhi kinerja saham-saham yang tercatat di pasar modal, termasuk pelaksanaan pencatatan saham umum perdana perusahaan, “Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun saat ini masih mengalami koreksi sehingga beberapa perusahaan yang listing di pasar modal tidak cukup maksimal untuk mencapai targetnya,”tegasnya.

Dia mencontohkan, keberadaan tiga emiten baru yang listing di pasar modal saat ini pun, belum mampu menguatkan IHSG untuk bangkit. Sementara itu, Direktur Utama AAA Sekuritas, Andri Rukminto mengatakan, pelaksanaan IPO di tengah kondisi pasar saat ini berpengaruh terhadap jumlah penawaran saham dan harga saham yang ditawarkan. “Permintaan saat ini memang belum terlalu bagus sehingga bisa menurunkan size dan harga saham.” ucapnya.

Selain menyiasati jumlah dan harga saham yang dilepas, sambung dia, dalam melaksanakan IPO, perusahaan juga dapat menerbitkan waran saat IPO untuk menarik investor. “Kondisi penawaran juga menjadi pertimbangan. Kami juga baru berani melanjutkan rencana IPO ketika penawaran investor sudah 85% dari jumlah total saham yang dilepas. Jika sudah sampai segitu, maka prosesnya berlanjut,” jelasnya. (bani)

Related posts