Sisa IPO MNC Securities Capai Rp 567 juta

NERACA

Jakarta –PT MNC Securities hingga saat ini masih mencatatkan sisa dana hasil penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) sebesar Rp 567 juta setelah menghabiskan dana IPO untuk modal kerja dan pengembangan kantor cabang. “Rencananya penggunaan dana hasil IPO akan digunakan untuk modal kerja sebesar Rp 93,9 miliar. Sementara sisanya sekitar Rp 2,47 miliar akan digunakan untuk pengembangan kantor cabang,”kata Direktur Utama MNC Securites Alpino Kianjaya dalam siaran persnya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dia juga menambahkan, sisa dana setelah dikurangi untuk modal kerja dan pengembangan kantor cabang akan digunakan untuk pengembangan T.I (Online Trading) sebesar Rp 2,47 miliar. Sehingga jumlah keseluruhan dari realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum mencapai Rp 98,3 miliar.

MNC Securities telah menargetkan dapat melakukan penjaminan emisi IPO terhadap empat calon emiten untuk dapat melantai di papan bursa pada tahun ini. Dengan nilai penjaminan emisi saham perdana diproyeksi dapat menyentuh angka Rp 2 triliun.

Keempat perusahaan yang saat ini dalam proses untuk IPO tersebut bergerak di sektor logistik, pengakutan, keuangan dan perkebunan.Managemen memproyeksikan nilai penjaminan emisi IPO untuk masing-masing perusahaan berada pada kisaran Rp300-500 Miliar.

Sebagai informasi, tahun lalu MNC Securities melalukan penawaran umum obligasi MNC Securities II pada 23 Juni tahun 2012 sebesar Rp100 miliar, dengan biaya penawaran umum Rp1,06 miliar dan hasil bersih sebesar Rp98,9 miliar.

Kemudian tahun ini, perseroan memperkirakan pelaksanaan pencatatan saham calon emiten tersebut di BEI dapat terealisasi pada semester II/2013. Sebelumnya MNC Securities juga meng-upgrade fasilitas fitur baru dengan aplikasi terkini seperti MNC Trade-OT Application Base yang meliputi fitur smart trading order, smart order booking, advanced charting tool, order tracing, signal charting tool, early breaking news, live chat with expert team, dan Android OS trading. Fitur ini untuk melengkapi fitur lama yakni MNC Trade- web Trading, dan Mobile Trading.

Dengan hadirnya brand baru ini, Alpino menargetkan dapat meningkatkan market share MNC Securities dari 2,01% pada 2012 menjadi 3% pada tahun 2013 ini. Karena menurut dia, peluang pasar di Indonesia sangat besar, jika membandingkan dengan jumlah penduduk, masyarakat yang berinvestasi di pasar modal hanya 300 ribu orang dan masih banyak yang mengandalkan produk perbankan.

Tahun 2012 MNC Securities mencatat peningkatan volume transaksi sebesar 47,2% dari Rp 30,5 triliun menjadi Rp 44,983 triliun. Peningkatan ini menempatkanya pada ranking 15 dalam indusri broker nasional based on value (termasuk perusahaan BUMN dan perusahaan asing) dari posisi 23 pada tahun 2011 dan mendongkraknya pada posisi ke-4 untuk katagori broker lokal. (nurul)

BERITA TERKAIT

Investasikan Dana US$ 8 Juta - Pelita Samudera Beli Satu Kapal Kargo MV

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnis di sektor logistik, PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) telah merampungkan transaksi pembelian satu…

Volume Produksi Naik - DOID Yakin Pendapatan Capai US$ 950 Juta

NERACA Jakarta – Kembali menggeliatnya industri batu bara menaruh harapan besar PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) bisa membukukan kinerja…

Wintermar Raih Kontrak US$ 75,8 Juta

Perusahaan pelayaran PT Wintermar Offshore Marine Tbk. (WINS) mengantongi kontrak berjalan senilai US$75,8 juta atau sekitar Rp 1,09 triliun dengan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 52,675 Triliun

Pasar obligasi pasca pilpres masih marak. Pasalnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mencatat sebanyak 47 emiten mengajukan mandat pemeringkatan…

GEMA Kantungi Kontrak Rp 475 Miliar

Hingga April 2019, PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) berhasil mengantongi kontrak senilai Rp475 miliar. Sekretaris Perusahaan Gema Grahasarana, Ferlina Sutandi…

PJAA Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

NERACA Jakarta - Emiten pariwisata, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) memiliki tenggat obligasi jatuh tempo senilai Rp350 miliar. Perseroan…