Danai Bisnis Properti, WIKA Terbitkan Surat Utang - Rilis MTN Senilai Rp 100 Miliar

NERACA

Jakarta- Agresif melakukan pengembangan bisnis, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) melalui anak usahanya pada tahun ini gencar menggali sumber pendanaan. Sebut saja, PT Wika Realty telah menerbitkan surat utang jangka menengah atau medium term notes (MTN) I Seri A senilai Rp 100 miliar.

Manajemen PT Kustodian Sentral Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (11/7) menyebutkan penerbitan MTN PT Wika Realty telah dicatatkan pada awal pekan ini. Perusahaan menetapkan bunga tetap 8,4% dengan jangka waktu MTN dua tahun dan akan jatuh tempo pada 8 Juli 2015. Perseroan menunjuk PT Mandiri Sekuritas sebagai arranger. Pembayaran bunga tersebut setiap tiga bulan mulai 8 Oktober. Rencananya, pada kuartal ketiga tahun ini, perseroan berencana menerbitkan surat utang jangka menengah mencapai Rp300 miliar.

Langkah tersebut dimaksudkan untuk mendukung kebutuhan pengembangan usaha Wijaya Karya Realty terutama menambah cadangan lahan dari total cadangan lahan saat ini seluas 100 hektare di Samarinda, Kalimantan Timur, Sukabumi, dan Jawa Barat.

Selain akuisisi lahan, perseroan juga berencana meluncurkan lima proyek baru di Bali dan Surabaya. Setelah mengembangkan proyek hunian vertikal atau apartemen di beberapa kota di Indonesia, manajemen Wika Realty mengaku tengah serius akan mengembangkan tiga proyek hunian berkonsep kemewahan di Pulau Dewata, Bali. “Tiga proyek tersebut di antaranya sebuah kondominiun hotel (kondotel) dan dua villatel (villa hotel).” Kata Direktur Utama PT Wika Realty, Budi Saddewa Soediro.

Rencananya, proyek kondotel yang diberi nama Udeng Tamansari itu akan dibangun di kawasan Sunset Road, Kuta yang terdiri dari 198 unit dengan luas sekitar 38 m2, sedangkan Villatel Jivva Tamansari akan dibangun di kawasan Pantai Lepang, Kabupaten Klungkung, Bali dan Villatel Royal Gangga di kawasan Tanah Lot, Kabupaten Tabanan, Bali dengan luas villa masing-masing sekitar 120 m2.

Wika Beton

Selain Wika Realty, anak usaha lainnya, Wika Beton juga akan menerbitkan MTN senilai Rp 400 miliar untuk mendukung pembangunan pabrik baru. Pada tahun ini Wika Beton juga akan melepas sahamnya ke publik melalui mekanisme penawaran saham umum perdana (Initial public Offering/IPO) pada semester kedua tahun ini.“WIKA Beton sudah siap listing di bursa pada November tahun ini dengan menggunakan buku (laporan keuangan) akhir Juni 2013. Sehingga kemungkinan proses listingnya paling cepat sekitar 2 November 2013.” jelas Corporate Secretary WIKA, Natal Argawan.

Melalui aksi korporasi ini, sambung dia, perusahaan menargetkan dapat meraup dana segar hingga Rp1,5 triliun. Rencananya, dana hasil IPO akan dimanfaatkan oleh WIKA Beton untuk memperluas bisnis dan pembangunan pabrik beton untuk meningkatkan kapasitas produksi. “Kapasitas produksi WIKA Beton saat ini sebesar dua juta ton per tahun dari delapan pabrik. Kami targetkan kapasitas produksi akan selalu meningkat sebesar 10 persen tiap tahunnya,” sambung Natal.

Natal menyebutkan, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) sendiri juga akan melakukan pengembangan usaha di sektor energi. Pihak menilai peluang bisnis di PLN masih cukup besar. Perseroan optimistis dapat memperoleh sekitar 200 MW tiap tahun dari total kebutuhan listrik nasional sebesar 5000 MW.

Sementara untuk total kapasitas sebesar 200 MW tersebut, sebesar 50 MW PLTD Bali, 60 MW PLTG Borang, 21 MW PLTD Rengat, 34 MW PLTD Ambon, dan 25 MW PLTG Rawa Minyak. Bahkan, untuk mendukung pengembangan usaha yang dilakukan perseroan, pihaknya menyiapkan dana investasi senilai Rp 1,78 triliun. Dana tersebut lebih besar 197% dari dana investasi pada tahun lalu yang mencapai Rp 600 miliar. “Dari dana yang disiapkan itu, sekitar Rp 898 miliar akan digunakan untuk pengembangan usaha, sekitar Rp213,6 miliar untuk akuisisi dan penyertaan nilai,” jelasnya.

Selain untuk pengembangan usaha tersebut, perseroan menempatkan dana investasi tersebut sebagai aset tetap sebesar Rp 192,9 miliar, dan sebesar Rp475,5 miliar untuk belanja modal anak-anak usaha dengan nilai mencapai Rp 475,5 miliar. Sementara total beban pinjaman jangka pendek WIKA hingga kuartal pertama 2013 sebesar Rp 477,5 miliar dan pinjaman jangka panjang Rp 989 miliar. (lia)

Related posts