Pengusaha Konveksi Juga Ikut Panen Untung - Tidak Hanya Toko Grosir

Tidak salah memang mengapa bulan Ramadhan dikatakan bulan penuh rahmat. Bukan hanya bagi umat Islam saja yang menjalani puasa, tetapi rahmatnya juga dirasakan umat beragama lainnya. Contohnya, saat puasa tiba apapun yang dijual laku keras. Mulai dari produk pakaian, perabot rumahtangga, hingga barang elektronik dan lain sebagainya.

Nah berbicara mengenai puasa dan lebaran, utamanya yang paling laku keras adalah produk pakaian jadi. Pada saat ini, keuntungan bisnis pakain jadi sangat menggiurkan. Tak hanya bagi pemilik toko saja, tetapi juga bagi para pemilik konveksi pakaian jadi. baik berupa pakaian anak-anak, dewasa, maupun busana muslim dan muslimah.

Seperti yang dialami Zailani misalnya, pengusaha konveksi asal Sukabumi Selatan ini jauh sebelum ramadhan sudah menambah armadanya. Armada jahit (mesin) yang sebelumnya berjumlah 7 unit kini bertambah menjadi 11 unit.

Maklum, kata Imron, saat masuk ramdhan permintaan akan pakaian jadi meningkat drastis. Jadi mau tak mau dia harus menambah armada serta operator mesin (tukang jahit). Sehingga permintaan yang datang dapat terlayani semuanya.

“Ini seakan sudah menjadi tradisi, di setiap puasa dan lebaran permintaan barang ke kita meningkat tajam. Maklum, karena lebaran itu identik dengan pakaian baru, bahkan bukan pakaian saja yang harus baru yang lainnya pun juga tetap harus baru,” tegas pria yang akrab disapa bang Kojay itu.

Nah, soal investasi usaha ini memang sangat besar. Tentunya untuk pembelian mesin, itu pun kalau tempat usaha sudah tersedia. Zailani mengatakan ia menghabiskan modal awal sekitar Rp100 jika di total secara keseluruhan. “Tetapi kan saya membeli mesinnya tak langsung banyak, pertama lima unit lalu terus bertambah seiring perkembangan usaha,” kata dia.

Dan lima mesin dikatakannya, sudah cukup untuk memulai usaha, dengan rincian, dua mesin jahit jarum satu, satu mesin jahit jarum dua, satu unit mesin obras, dan satu unit mesin potong. Sementara untuk keperluan lainnya, bisa menggunakan jasa pihak kedua. Seperti membuat lubang kancing, tress, bisa dilakukan dilakukan di tempat lainnya.

“Kalau di sini kan memang boleh dikatakan pusat produksi pakaian, baik celana atau baju. Jadi, jasa-jasa lain berkaitan dengan produksi pakaian juga sangat banyak, seperti gosok (setrika), pembuatan lubang kancing, serta tress, maklum harga mesin-mesin tersebut sangat mahal,” kata Kojai.

Ya, harga peralatan konveksi tersebut memang sangat mahal, seperti mesin tress saja harga secondnya bisa mencapai Rp35 juta per unit. Apalagi jika membeli baru, nah kalau Anda memiliki modal agak tipis baiknya ikuti saran Bang Kojai, dia menyarankan untuk membeli mesin yang akan digunakan sebagai alat dasar konveksi, seperti mesin jahit jarus satu, mesin jahit jarum dua, mesin obras serta mesin potong.

Tak hanya itu, Anda juga diminta untuk memilih mesin second, tetapi tentu saja yang kondisinya masih bagus. Untuk mengetahuinya, ajak teman Anda yang mengerti mesin atau gunakan jasa mekanik yang andal. Sehingga biaya memulai usaha bisa di tekan.

“Kalau untuk mesin jahit pilih merek Brother, memang agak mahal, tetapi kualitasnya bagus. Tak perlu yang baru, cari saja yang second, paling harganya sekitar Rp1 juta untuk mesin jarus satu, nah kalau mesin jarumnya lebih mahal bisa mencapai Rp4 juta,” jelas dia.

BERITA TERKAIT

Stabilitas Ekonomi Jangka Pendek Juga Perlu Diperhatikan

    NERACA   Jakarta - Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance Abra Talattov menilai bahwa…

Pengusaha Optimistis Regulator Dukung Industri

NERACA Jakarta – Pelaku usaha mengaku optimistis dengan hasil pemilihan umum yang baru dilansir Komisi Pemilihan Umum (KPU) bahwa pemerintah…

Dulu Rugi, Kini BIPI Untung US$ 8,61 Juta

NERACA Jakarta - PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) berhasil mengantongi pendapatan US$16,04 juta di kuartal pertama 2019. Realisasi ini…

BERITA LAINNYA DI PELUANG USAHA

Tahun 2019, Pemerintah Targetkan 8 Juta UMKM Aplikasikan Tekhnologi

Pemanfaatan teknologi digital untuk bisnis, khususnya skala usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), sudah menjadi sebuah keharusan. Sebab itu, upaya…

Pesatnya Perkembangan Pasar Modern dan Digitalisasi, Sarinah Tetap Bina UMKM

BUMN ritel PT Sarinah (Persero) menyatakan yakin bisa tetap eksis di tengah pesatnya perkembangan dunia digital. Untuk itu, Sarinah tetap…

Pertemuan IMF –WB Momentun Perkenalkan Produk UMKM Nasional Dikancah International

Pertemuan tahunan IMF – World Bank (WB)  yang berlangsung di Nusa Bali harus bisa menjadi momentum memperkenalkan produk  usaha mikro,…