Dinilai Positif, Analis Jagokan Saham ASSA dan TAXI

NERACA

Jakarta- Meningkatnya kebutuhan jasa angkutan dan kendaraan operasional dinilai akan mendorong kinerja sektor transportasi tumbuh positif. Terlebih untuk emiten yang fokus pada pasar ekonomi menengah dan melakukan pengembangan usaha secara agresif. “Dengan naiknya jumlah orang-orang berpendapatan ekonomi menengah, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA), dan PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) menjadi emiten yang diuntungkan.” kata Analis Net Sekuritas, Fadli di Jakarta, Rabu (10/7)

Kedua emiten tersebut, menurut Fadli, merupakan emiten yang fokus pada pasar ekonomi menengah,dan memiliki ruang bisnis yang cukup luas dengan menyediakan jasa transportasi untuk penyewaan mobil operasional, travel, dan taksi. Memang, dari laporan keuangan emiten transportasi di kuartal pertama tahun ini, ASSA dan TAXI tercatat menjadi penopang pertumbuhan laba bersih emiten transportasi yang secara rata-rata tumbuh sekitar 58% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Dalam tiga bulan pertama tahun ini ASSA mencatatkan kenaikan laba bersih 354,7% atau menjadi Rp22,3 miliar dari pencapaian tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp4,7 miliar. Kenaikan laba bersih ASSA seiring dengan meningkatnya pendapatan perseroan Rp239,4 miliar atau naik sebesar 49,4% dibandingkan kinerja tahun sebelumnya. Sementara beban keuangan perusahaan turun 12,19% menjadi Rp28,2 miliar dari Rp32,12 miliar secara year on year.

Adapun laba bersih TAXI, meskipun tercatat hanya tumbuh 9% menjadi Rp25 miliar, emiten ini termasuk mencatatkan kinerja yang positif di sektor penyedia layananan jasa transportasi darat. Pada kuartal pertama tahun ini pendapatan TAXI mencapai Rp157,9 miliar, naik 35,4% dibandingkan dengan kinerja periode yang sama tahun sebelumnya Rp116,6 miliar, di mana segmen taksi reguler berkontribusi sebesar 85% dari total pendapatan perseroan.

Dari kedua emiten tersebut, Fadli lebih menjagokan saham TAXI karena kinerja perseroan lebih stabil. “Untuk rekomendasi saya lebih memilih TAXI daripada dua emiten yang lain karena laporan keuangannya lebih stabil. Saya rekomendasi hold untuk ASSA dan TAXI dengan target harga ASSA 480 dan TAXI 1700.” jelasnya.

Saham Cipaganti

Selain kedua emiten tersebut, analis juga menilai positif PT Cipaganti Citra Graha Tbk (CPGT) yang baru saja melantai di Bursa Efek. Meskipun tidak memperoleh pencapaian maksimal saat pelepasan sahamnya ke publik, emiten ini dinilai memiliki prospek positif untuk jangka panjang. \"Prospeknya masih cukup bagus karena pesaing yang sangat minim, dan dilihat dari fundamental Cipaganti juga cukup baik,\" ujar Analis PT e-Trading Securities, Andrew Argado.

Sepanjang tahun 2012, laba komprehensif yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk CPGT tercatat mengalami kenaikan menjadi Rp 76,29 miliar pada 2012 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 42,74 miliar. Pendapatan usaha perseroan naik menjadi Rp 639,37 miliar pada 2012 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 529,43 miliar. Total liabilitas perseroan turun menjadi Rp 872,88 miliar pada 2012 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 888,95 miliar. Aset perseroan naik menjadi Rp 1,38 triliun pada 2012 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,15 triliun.

Dalam agenda bisnisnya, manajemen perseroan menyabutkan akan tetap fokus kepada rencana awal untuk penambahan 2000 unit kendaraan dan alat berat. Termasuk melakukan penambahan rute. “Selain menambah armada, kami juga akan menambah 16 rute baru diluar Jakarta dan Bandung. Selain itu kami juga telah mengantongi izin untuk mengoperasikan taksi di bandar udara Soekarno-Hatta dan diperkirakan akan mulai beroperasi pada bulan September mendatang,” ungkap Corporate Secretary Toto Moeljono.

Hingga kini total unit taksi yang dioperasikan perseroan yaitu sekitar 600 unit taksi yang tersebar di Pulau Jawa, dan akan menambah sebanyak 350 unit taksi untuk mengantisipasi kebutuhan taksi di Bandara. Manajemen perseroan memprediksi, menghadapi lebaran ini akan terjadi lonjakan penumpang sebanyak 30% dibandingkan hari biasa sehingga diperkirakan akan ikut mendukung kinerja perseroan. (lia)

BERITA TERKAIT

Urban Jakarta Bidik Penjualan Rp 240 Miliar - Harga IPO Rp 1000-1250 Per Saham

NERACA Jakarta – Tren pengembangan proyek properti berbasis transit oriented development (TOD) cukup menjanjikan kedepannya, apalagi pembangunan LRT yang digarap…

TOTO Bagikan Dividen Rp 10 Per Saham

PT Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO) bakal bagi-bagi dividen tunai dari laba tahun buku 2018 kepada pemegang saham. Emiten yang…

Presiden Serahkan SK Perhutanan Sosial di Jabar - Menteri LHK: Perhutanan Sosial untuk Pemerataan Ekonomi dan Mengurangi Angka Kemiskinan

Presiden Serahkan SK Perhutanan Sosial di Jabar Menteri LHK: Perhutanan Sosial untuk Pemerataan Ekonomi dan Mengurangi Angka Kemiskinan NERACA Jakarta…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perdagangan Saham DIGI Disuspensi

Lantaran terjadi peningkatan harga saham yang signifikan, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara atau suspensi perdagangan saham PT…

BEI Dorong Perusahaan di DIY Go Public

Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong perusahaan di daerah itu baik milik swasta maupun badan usaha…

MAYA Bagi Dividen Interim Rp 223,19 Miliar

PT Bank Mayapada International Tbk (MAYA) akan membagikan dividen tengah tahun sebesar Rp35 per lembar saham. Hal itu sesuai dengan…